Salah satu momok pengobatan kanker adalah rusaknya sel sehat akibat pengobatan.
Namun, bakteri dari akar kunyit ini menunjukkan tingkat toksisitas yang sangat rendah terhadap sel normal.
Ini memberikan harapan akan adanya terapi kanker di masa depan yang lebih aman bagi tubuh pasien.
3. Pabrik Obat Alami yang Efisien
Peneliti menyampaikan bahwa potensi pengobatan tidak selalu harus berasal langsung dari tanaman.
Mikroba yang hidup bersama tanaman tersebut justru berpeluang dikembangkan sebagai sumber obat dengan biaya produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
4. Masih Perlu Proses Panjang
Meski hasilnya sangat menjanjikan, penemuan ini masih berada di tahap awal.
Peneliti perlu melakukan pemurnian senyawa, optimasi produksi, hingga uji pra-klinik sebelum nantinya bisa dikembangkan menjadi obat yang siap dikonsumsi masyarakat.
Temuan ini membuktikan bahwa kekayaan hayati Indonesia, bahkan hingga mikroba di dalam tanahnya, menyimpan potensi besar bagi dunia kesehatan global.
Baca Juga: Teknologi AI Tingkatkan Akurasi Deteksi Kanker Payudara
(Mira)
















