Dampak Kerusakan di Pemalang dan Tegal
Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, juga mencatat dampak banjir yang cukup luas akibat luapan Kali Rambut pada Minggu (15/2).
Sebanyak 1.445 unit rumah, 13 fasilitas pendidikan, dan 7 fasilitas ibadah di empat desa terendam air. BPBD setempat sempat mengerahkan perahu karet untuk memobilisasi warga sebelum air mulai surut pada Senin (16/2).
Di wilayah lain Jawa Tengah, luapan Sungai Cacaban merendam 896 unit rumah di Kecamatan Kramat dan Suradadi, Kabupaten Tegal.
Bencana ini menyebabkan satu rumah rusak berat dan satu warga mengalami luka ringan. Tim gabungan telah mendirikan dapur umum dan memberikan penanganan medis kepada korban yang terluka.
Baca Juga: Didominasi Banjir dan Cuaca Ekstrem, BNPB Rilis Laporan Bencana Periode 8-9 Februari 2026
Peringatan Cuaca Ekstrem dari BMKG
Menyikapi Update Bencana di Indonesia ini, masyarakat diminta tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih berlanjut. Berdasarkan prakiraan BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang pada periode 17 hingga 19 Februari 2026.
BNPB menekankan pentingnya kesiapan pemerintah daerah dan warga dalam menghadapi ancaman hidrometeorologi. Hal ini mencakup pemeliharaan saluran air dan penyiapan rencana evakuasi mandiri jika kondisi cuaca memburuk secara tiba-tiba.
“BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dengan memantau prakiraan cuaca secara berkala, memelihara saluran drainase dan menyiapkan rencana evakuasi jika hujan lebat mengguyur wilayah lebih dari satu jam dan membatasi jarak pandang,” tulis keterangan resmi BNPB.
Melalui Update Bencana di Indonesia ini, pemerintah daerah diharapkan memastikan kesiapan personel dan peralatan agar respons darurat dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi di lapangan.
(*Red)
















