Tajamkan Pikiran, Terapkan 7 Kebiasaan Unik Melatih Otak Ini

Ilustrasi - Mengenalkan aroma baru setiap hari, seperti wangi kopi yang berbeda, rempah, atau minyak esensial, dapat memicu pembentukan asosiasi ingatan baru. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Mengenalkan aroma baru setiap hari, seperti wangi kopi yang berbeda, rempah, atau minyak esensial, dapat memicu pembentukan asosiasi ingatan baru. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Kesehatan otak memegang peranan vital dalam produktivitas manusia, setara dengan kesehatan fisik. Sayangnya, rutinitas harian yang monoton sering kali meninabobokan otak sehingga bekerja secara otomatis atau autopilot.

Padahal, organ vital ini membutuhkan stimulasi baru secara konsisten untuk membentuk jalur saraf yang kuat dan menjaga ketajaman kognitif.

Para ahli neurosains mengenal istilah neuroplastisitas, yakni kemampuan otak untuk melakukan reorganisasi diri dengan membentuk koneksi saraf baru di sepanjang hidup.

Baca Juga: Masih Muda tapi Sering Lupa? Lakukan 7 Kebiasaan Ini Agar Otak Tetap Tajam

Melatih kemampuan ini ternyata tidak harus melalui pemecahan rumus rumit. Seseorang dapat memicu perkembangan otak melalui serangkaian kebiasaan unik dan sederhana dalam keseharian.

Berikut adalah tujuh kebiasaan unik yang terbukti efektif mengubah cara kerja otak menjadi lebih tajam, responsif, dan adaptif.

Gunakan Tangan Non-Dominan

Mayoritas masyarakat melakukan aktivitas harian, seperti menyikat gigi atau memegang sendok, menggunakan tangan dominan. Mulailah menantang otak dengan menggunakan tangan yang jarang aktif (tangan kiri bagi pengguna tangan kanan, dan sebaliknya).

Aktivitas ini memaksa otak bekerja lebih keras untuk mengoordinasikan motorik halus, sehingga membangun jalur saraf baru yang memperkuat konektivitas antarbelahan otak.

Tempuh Rute Berbeda

Otak secara alami menyukai efisiensi energi, sehingga cenderung memilih rute perjalanan yang sama setiap hari. Kebiasaan ini membuat kewaspadaan spasial menurun.

Cobalah mengambil jalan alternatif saat berangkat atau pulang kerja. Navigasi lingkungan baru melatih hippocampus, bagian otak yang mengatur memori dan navigasi ruang untuk bekerja lebih aktif dan mencegah penurunan fungsi ingatan.

Baca Pandangan Berseberangan

Kenyamanan intelektual sering kali membatasi pertumbuhan nalar kritis. Membaca buku atau artikel yang sangat bertentangan dengan keyakinan pribadi merupakan latihan mental yang berat namun bermanfaat.

Proses memahami asal-usul pemikiran orang lain melatih fleksibilitas kognitif, empati, dan kemampuan analisis logis dalam membedah argumen.