Faktakalbar.id, SINTANG – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan pendampingan pada kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Bersama atau Joint Monitoring & Evaluation (JME) Proyek SAFE pada Senin (09/2/2026).
Baca Juga:Â Tingginya Kasus Gigitan Rabies di Kalbar: Peran Aktif Pemilik Hewan Sangat Penting
Kegiatan ini difokuskan untuk meninjau capaian Semester Kedua periode Agustus 2025 hingga Januari 2026 yang telah dilaksanakan pada 4 sampai 6 Februari 2026 di lokasi Kabupaten Sintang.
JME ini bertujuan untuk menampilkan kemajuan yang telah dicapai selama enam bulan terkait Tujuan Khusus (Specific Objective/SO) yang tercantum dalam Implementation Agreement antara Kementerian PPN/Bappenas dengan GIZ.
Melalui kegiatan ini, diharapkan adanya keterbukaan informasi mengenai perkembangan proyek di lapangan.
Terdapat dua tujuan utama dari pelaksanaan JME ini. Pertama, untuk mendapatkan masukan, saran, dan arahan strategis dari Kementerian PPN/Bappenas, baik dari sudut pandang pelaksanaan proyek maupun hubungan yang erat dengan strategi pencapaian RPJMN.
Baca Juga:Â Kecelakaan Maut di Jalan Kelam Sintang, Seorang Pelajar Tewas di Tempat
Kedua, memfasilitasi proses dialog, pertukaran informasi, dan pembelajaran antara pelaksana proyek (SAFE Challenge), Pemerintah Daerah, serta mitra pendukung SAFE.
Kegiatan evaluasi ini melibatkan berbagai pihak lintas sektor, mulai dari tingkat nasional hingga daerah.
Peserta yang hadir berasal dari Kementerian PPN/Bappenas, Implementation Manager GIZ beserta tim, Disbunak Provinsi Kalbar, Bapperida Provinsi Kalbar, Bappeda Kabupaten Sintang, serta Disbunak Kabupaten Sintang.
Selain unsur pemerintahan, hadir pula perwakilan dari Dinas KP3 Kabupaten Sekadau, Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), SNV, serta Credit Union Keling Kumang (CUKK).
Sinergi antarlembaga ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan Proyek SAFE dalam mendukung sektor perkebunan dan peternakan di Kalimantan Barat.
(FR)
















