Faktakalbar.id, TEGAL – Fenomena pergerakan tanah di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, semakin mengkhawatirkan. Hingga Jumat (6/2/2026), bencana hidrometeorologi basah ini telah memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa pergerakan tanah yang dipicu oleh hujan intensitas tinggi dan kondisi tanah labil ini berdampak masif.
Tercatat sebanyak 464 unit rumah warga mengalami kerusakan.
Rincian kerusakan tersebut meliputi 205 unit rumah rusak berat, 174 unit rusak sedang, dan 85 unit rusak ringan.
Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem, BNPB Minta Pemda Siaga Pasca Rentetan Kejadian Bencana Terbaru
Kerusakan tidak hanya menyasar hunian pribadi, tetapi juga melumpuhkan 36 fasilitas umum, termasuk sekolah, sarana kesehatan, tempat ibadah, serta infrastruktur vital seperti tiga akses jalan, satu jembatan, dan satu bendungan irigasi.
Dampak sosial dari bencana ini cukup signifikan.
Data terkini mencatat sebanyak 2.425 jiwa dari 590 kepala keluarga harus mengungsi.
Jumlah tersebut bertambah dengan dievakuasinya 526 santri dari lokasi terdampak. Saat ini, para penyintas tersebar di enam titik pengungsian.
Pemerintah Kabupaten Tegal telah menetapkan Status Tanggap Darurat selama 14 hari, terhitung sejak 3 Februari hingga 16 Februari 2026.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal bersama instansi terkait terus melakukan operasi tanggap darurat.
Fokus utama penanganan saat ini adalah keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar.
Dapur umum telah didirikan dengan kapasitas produksi sekitar 1.050 porsi makanan. Selain itu, layanan kesehatan melalui mobile check-up dan suplai air bersih terus diupayakan untuk mencegah munculnya penyakit di lokasi pengungsian.
Terkait nasib hunian warga ke depan, pemerintah daerah masih menunggu rekomendasi teknis dari Badan Geologi mengenai tingkat keamanan lahan. Opsi relokasi atau penyiapan hunian sementara sedang dikaji sebagai solusi jangka menengah.
Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem, BNPB Catat Rentetan Banjir dan Longsor di Jawa hingga Nusa Tenggara
















