Faktakalbar.id, WASHINGTON D.C. – Lebih dari 5.500 anggota Garda Nasional dimobilisasi di 16 negara bagian dan Washington untuk menyalurkan bantuan kritis serta memulihkan keamanan bagi warga yang terdampak Badai Musim Dingin Fern, Senin (02/2/2026).
Sekretaris Pers Pentagon, Kingsley Wilson, dalam video laporan mingguan (Weekly Sitrep) departemen menyebutkan bahwa badai tersebut menurunkan salju dan es mulai dari Midwest hingga mid-Atlantic dan wilayah Selatan.
Di seluruh negeri, anggota garda telah menyelamatkan ratusan pengendara yang terjebak di jalanan licin, mendukung otoritas lokal dengan patroli dan logistik, serta mengawal tenaga kesehatan esensial ke rumah sakit.
Wilson juga menyoroti kinerja luar biasa Garda Nasional di ibu kota negara.
Prajurit yang sebelumnya dimobilisasi untuk tugas pencegahan kejahatan federal sebagai bagian dari misi D.C. Safe and Beautiful langsung beralih ke respons tanggap darurat badai.
“Saat puncak badai mereda, pasukan garda tetap waspada tinggi terhadap ancaman yang masih ada, mewujudkan semangat pengabdian yang pantang menyerah demi menjaga keamanan negara kita,” ujar Wilson.
Selain penanganan bencana, Departemen Perang AS juga mengumumkan langkah strategis baru.
Wakil Sekretaris Perang untuk Penelitian dan Rekayasa, Emil Michael, resmi membentuk Dewan Inovasi Sains dan Teknologi (Science and Technology Innovation Board/STIB).
Dewan baru ini merupakan hasil penggabungan Dewan Inovasi Pertahanan dan Dewan Sains Pertahanan guna mempercepat proses pengambilan keputusan dan pengiriman teknologi terbaru bagi prajurit.
Baca Juga: Amerika Berhenti Jadikan China Musuh Utama
Dalam perkembangan lain, Sekretaris Perang Pete Hegseth menghadiri rapat kabinet pertama Presiden Donald J. Trump tahun 2026.
Dalam kesempatan itu, Hegseth memuji efek jera dari keberhasilan militer AS menangkap pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro, dan istrinya.
















