OPINI – Saya kira dibentuknya BoP, Israel tobat nyerang Gaza. Nyatanya, zionist ini tetap haus darah. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!
Akhir Januari sampai awal Februari 2026, Israel kembali menyerang Gaza saat gencatan senjata masih berlaku. Judulnya damai, isinya pemakaman. Lebih dari 30 orang tewas. Enam anak-anak.
Rumah warga hancur, tenda pengungsi diratakan, kantor polisi ikut dihajar. Semua terjadi bukan karena salah sasaran, tapi karena memang sasarannya sudah disepakati, Gaza.
Lalu dunia bereaksi… dengan gaya malas. Board of Peace (BoP), badan baru yang namanya damai tapi kelakuannya pending, tidak mengeluarkan kecaman keras apa pun. Sunyi. Hening.
Seperti grup alumni yang aktif cuma saat ada foto reuni. Hungaria dan Bulgaria, anggota resmi, memilih mode read only. Negara lain mengeluarkan pernyataan diplomatis generik. Panjang, rapi, dan sama sekali tidak menyebut siapa yang ngebom siapa.
Amerika Serikat sebagai penggagas BoP bahkan tidak repot menyamar. Di saat Gaza diserang, Washington tetap melanjutkan dukungan penuh ke Israel lewat penjualan senjata baru.
Ini bukan kontradiksi, ini paket lengkap. Damai di forum, senjata di gudang. Kalau Gaza hancur, itu bonus fitur.
Hingga akhir Januari 2026, sekitar 26 negara sudah resmi bergabung dengan Board of Peace (BOP). Menurut laporan CBC, jumlahnya bahkan bisa mencapai 35 negara. Banyak sekali.
Tapi efeknya? Nol besar. Ini seperti kumpulan pemadam kebakaran internasional yang rajin rapat, tapi lupa membawa air.
Daftar anggotanya terdengar gagah. Indonesia resmi bergabung Januari 2026. Turki, Mesir, Yordania, Arab Saudi, Qatar, Pakistan, Uni Emirat Arab ikut masuk.
















