Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Murah, praktis, dan rasanya yang kuat membuat minuman sachet menjadi primadona.
Mulai dari kopi instan, teh tarik, hingga minuman berasa buah, semuanya bisa didapat dengan harga receh di warung kelontong.
Namun, di balik kesegaran sesaat itu, tersimpan bahaya laten.
Kandungan gula yang sangat tinggi sering kali melebihi batas harian dalam satu cangkir—membuat risiko diabetes dan gagal ginjal mengintai di usia muda.
Baca Juga: Kenapa Sabtu Adalah Hari Paling Ideal untuk Me Time? Ini Alasannya
Masalahnya, lepas dari jeratan gula tidak semudah membalikkan telapak tangan karena efek sugar rush yang adiktif.
Jika Anda merasa hari kurang lengkap tanpa menyeduh minuman sachet, Anda mungkin sudah masuk dalam fase ketergantungan.
Berikut adalah 5 cara efektif untuk memutus siklus tersebut.
1. Lakukan Reality Check pada Label Kemasan
Langkah pertama untuk berhenti adalah menyadari apa yang sebenarnya Anda masukkan ke dalam tubuh.
Sebelum menyeduh, bacalah label komposisi di belakang kemasan.
Sering kali, “gula” berada di urutan pertama komposisi, yang berarti ia adalah bahan terbanyak.
Melihat fakta bahwa satu sachet bisa mengandung 20-30 gram gula (hampir setara batas maksimal harian), bisa menjadi terapi kejut atau shock therapy yang efektif untuk menurunkan keinginan meminumnya.
2. Terapkan Metode Dilution (Pengenceran)
Berhenti mendadak (cold turkey) sering kali menyebabkan gejala putus zat seperti pusing atau bad mood.
Cobalah strategi bertahap.
Jika biasanya Anda menyeduh satu sachet untuk satu gelas kecil, mulailah dengan menambahkan lebih banyak air hingga rasanya menjadi hambar.
Atau, gunakan hanya setengah sachet untuk takaran air yang sama.
Lidah Anda perlahan akan terbiasa dengan rasa yang kurang manis, sehingga ketergantungan pada rasa “manis pekat” akan berkurang.
3. Ganti dengan Infused Water atau Teh Tawar
Sering kali, keinginan minum manis muncul karena rasa haus atau bosan dengan air putih biasa.
















