Mitos atau Fakta: Benarkah Minum Kopi Bikin Darah Tinggi Melonjak?

"Benarkah kopi memicu darah tinggi? Simak penjelasan ahli tentang efek kafein bagi peminum rutin vs sesekali serta batas aman konsumsinya per hari."
Benarkah kopi memicu darah tinggi? Simak penjelasan ahli tentang efek kafein bagi peminum rutin vs sesekali serta batas aman konsumsinya per hari. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Bagi jutaan orang, aroma kopi di pagi hari adalah “tombol on” untuk memulai hari.

Namun, di balik kenikmatan secangkir latte atau americano, sering muncul pertanyaan yang menghantui: “Apakah kebiasaan ngopi ini bakal bikin tekanan darah saya naik?”

Kekhawatiran ini wajar, mengingat kafein dikenal sebagai stimulan jantung.

Namun, sebelum Anda memutuskan untuk berhenti total dari ritual ngopi, mari simak fakta medis sebenarnya tentang hubungan kopi dan tekanan darah.

Baca Juga: Bersama Forkopimda, Tjhai Chui Mie dan Muhammadin Hadiri Rakornas 2026 di Bogor

Efek Kopi: Lonjakan Sementara vs Jangka Panjang

Jawabannya ternyata tidak hitam-putih.

Menurut penelitian medis, kafein memang memiliki kemampuan untuk meningkatkan tekanan darah, namun efek ini biasanya bersifat sementara.

Menariknya, lonjakan tekanan darah ini justru lebih sering terjadi pada orang yang jarang minum kopi.

Tubuh yang tidak terbiasa dengan kafein akan merespons lebih reaktif.

Sebaliknya, bagi mereka yang rutin menyesap kopi dalam jumlah sedang (sekitar 1-2 cangkir per hari), tubuh biasanya sudah membangun toleransi.

Studi menunjukkan bahwa pada peminum kopi rutin (terutama wanita dan non-perokok), kebiasaan ini nyaris tidak berdampak negatif pada tekanan darah jangka panjang.