Berbulan-bulan Menahan Sakit, Faisal Warga Sungai Kakap Masih Menunggu Operasi di RSU dr. Soedarso

'Faisal, warga Sungai Kakap, terbaring lemah menahan sakit akibat antrean operasi di RSU dr. Soedarso yang panjang. Pihak RS sebut keterbatasan dokter spesialis."
Faisal, warga Sungai Kakap, terbaring lemah menahan sakit akibat antrean operasi di RSU dr. Soedarso yang panjang. Pihak RS sebut keterbatasan dokter spesialis. (Dok. Reni/Faktakalbar)

“Apakah memang harus selama ini menunggu kalau pakai BPJS? Suami saya setiap hari kesakitan,” ujarnya lirih, berharap adanya perhatian dan solusi agar tindakan medis dapat segera dilakukan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSU dr. Soedarso Pontianak, Harry Agung TJ, saat dikonfirmasi Faktakalbar.id melalui pesan WhatsApp pada Selasa (3/2/2026), menyampaikan bahwa pihaknya akan terlebih dahulu melakukan pengecekan dan pendalaman terhadap data pasien.

“Saya akan cek dan pelajari dulu pasien ini, apakah ada data identitasnya, KTP atau kartu BPJS-nya. Yang jelas, pasien operasi elektif atau terjadwal memang mengikuti antrean operasi,” jelas Harry.

Ia menambahkan, khusus layanan urologi, RSU dr. Soedarso saat ini hanya memiliki dua dokter spesialis urologi. Kondisi tersebut menyebabkan antrean pasien operasi urologi rata-rata mencapai sekitar 1,5 bulan.

“Selama menunggu, pasien diberikan obat rawat jalan dan dianjurkan kontrol secara rutin. Kontrol sebaiknya ke dokter yang memberikan terapi dengan menggunakan rujukan sebelumnya yang masih berlaku selama tiga bulan,” pungkasnya.

Baca Juga: Jaga Mutu Pelayanan, RSUD dr. Agoesdjam Gelar Program Manajemen Menyapa

(Reni)