Jangan Abaikan! Inilah 5 Tanda Fungsi Otak Mulai Menurun yang Sering Dianggap Sepele

"Sering lupa meletakkan kunci atau sulit menemukan kata yang pas? Hati-hati, itu bisa jadi sinyal cognitive decline. Simak 5 tanda fungsi otak menurun yang wajib diwaspadai."
Sering lupa meletakkan kunci atau sulit menemukan kata yang pas? Hati-hati, itu bisa jadi sinyal cognitive decline. Simak 5 tanda fungsi otak menurun yang wajib diwaspadai. (Dok. Ist)

Sekarang, sedikit gangguan suara saja bisa membuat konsentrasi Anda buyar total.

Penurunan fungsi eksekutif otak membuat seseorang sulit beralih fokus antar tugas.

Pekerjaan yang dulu bisa diselesaikan dalam 1 jam, kini memakan waktu 3 jam karena otak kesulitan memproses informasi yang kompleks secara bersamaan.

4. Gangguan Orientasi Waktu dan Tempat

Ini bukan sekadar lupa hari apa sekarang.

Tanda yang lebih serius adalah ketika Anda merasa bingung di jalanan yang seharusnya familiar, atau kesulitan memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas rutin.

Disorientasi spasial (ruang) dan temporal (waktu) adalah salah satu gejala klasik bahwa hipokampus—bagian otak yang mengatur memori dan navigasi—sedang mengalami penurunan fungsi.

5. Perubahan Suasana Hati yang Drastis

Kesehatan otak sangat terhubung dengan regulasi emosi.

Penurunan fungsi otak sering kali bermanifestasi sebagai perubahan perilaku.

Jika Anda atau orang terdekat merasa Anda menjadi lebih mudah tersinggung, cemas berlebihan tanpa sebab, apatis (tidak peduli), atau kehilangan minat pada hobi yang dulu disukai, ini bukan sekadar bad mood. Ini bisa jadi tanda bahwa neurokimia otak sedang tidak seimbang akibat penurunan fungsi sel saraf.

Apa yang Harus Dilakukan?

Otak memiliki sifat neuroplasticity, artinya ia bisa memperbaiki diri jika diberi stimulus yang tepat. Jangan panik, mulailah langkah pencegahan sekarang:

  • Tidur Berkualitas: Saat tidur, sistem glimfatik otak membersihkan racun penyebab demensia.
  • Diet MIND: Perbanyak sayuran hijau, kacang-kacangan, dan buah berry.
  • Senam Otak: Pelajari skill baru (bahasa asing atau alat musik) untuk membentuk jalur saraf baru.

Ingat, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Jika gejala di atas sangat mengganggu aktivitas harian, segera konsultasikan ke neurolog.

Baca Juga: Idealism vs Realitas: 5 Tantangan Berat yang Dihadapi Jurnalis Gen Z di Era Digital

(Mira)