Fenomena Kebotakan Dini: Mengapa Rambut Gen Z Lebih Rapuh Dibanding Millenial?

"Gen Z kini mengalami kerontokan rambut lebih dini dibandingkan Millenial. Simak analisis mendalam mengenai faktor stres, gaya hidup, dan diet yang memicunya."
Gen Z kini mengalami kerontokan rambut lebih dini dibandingkan Millenial. Simak analisis mendalam mengenai faktor stres, gaya hidup, dan diet yang memicunya. (Dok. Ist)

Penggunaan bahan kimia keras seperti bleaching, pewarna rambut warna-warni (neon, pastel), serta penggunaan alat styling panas secara harian merusak struktur protein rambut (keratin).

Kerusakan ini bukan hanya pada batang rambut, tapi sering kali menyebabkan trauma pada kulit kepala yang memicu kerontokan permanen jika tidak ditangani.

4. Efek Samping Gaya Hidup: Vaping dan Kurang Tidur

Dua kebiasaan yang lekat dengan sebagian gaya hidup anak muda saat ini turut menyumbang peran besar:

  • Vaping (Rokok Elektrik): Nikotin, baik dari rokok konvensional maupun vape, menyempitkan pembuluh darah. Hal ini menghambat aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke folikel rambut. Akibatnya, rambut “tercekik” dan mati.
  • Revenge Bedtime Procrastination:** Fenomena menunda tidur demi mendapatkan “waktu bebas” di malam hari sangat umum di kalangan Gen Z. Kurang tidur menghambat produksi hormon pertumbuhan dan regenerasi sel, termasuk sel rambut.

5. Apakah Ini Masalah Genetik?

Genetik memang memegang peran kunci, namun genetik tidak berubah drastis hanya dalam satu generasi (sekitar 15-20 tahun).

Artinya, jika Gen Z botak lebih cepat dari ayah atau kakak Millenial mereka, faktor pemicunya adalah epigenetik.

Epigenetik adalah bagaimana lingkungan dan perilaku Anda mengubah cara kerja gen Anda.

Gaya hidup dengan stres tinggi, polusi, dan nutrisi buruk dapat “menyalakan” gen kebotakan lebih awal daripada yang seharusnya terjadi secara alami.

Solusi: Bisakah Ini Diperbaiki?

Kabar baiknya, kerontokan rambut pada usia muda sering kali bersifat reversible (dapat dikembalikan) jika bukan karena faktor genetik murni yang agresif.

  1. Manajemen Stres: Melakukan digital detox dan meditasi untuk menurunkan kortisol.
  2. Perbaiki Nutrisi: Fokus pada asupan Biotin, Zinc, Zat Besi, dan Protein.
  3. Perawatan Kulit Kepala: Gunakan tonik rambut dan hindari dry shampoo berlebihan yang menyumbat pori-pori.

Konsultasi Medis: Segera temui dermatolog jika kerontokan melebihi 100 helai per hari.

Baca Juga: Lelah dengan Hustle Culture, Ini 5 Alasan Logis Gen Z Beralih ke Slow Living

(Mira)