Fenomena Kebotakan Dini: Mengapa Rambut Gen Z Lebih Rapuh Dibanding Millenial?

"Gen Z kini mengalami kerontokan rambut lebih dini dibandingkan Millenial. Simak analisis mendalam mengenai faktor stres, gaya hidup, dan diet yang memicunya."
Gen Z kini mengalami kerontokan rambut lebih dini dibandingkan Millenial. Simak analisis mendalam mengenai faktor stres, gaya hidup, dan diet yang memicunya. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pernahkah Anda memperhatikan bahwa klinik transplantasi rambut kini dipenuhi oleh pasien yang jauh lebih muda? Bukan lagi pria paruh baya, melainkan anak-anak muda berusia awal 20-an.

Secara statistik, Generasi Z (kelahiran 1997-2012) melaporkan masalah kerontokan rambut lebih cepat daripada generasi sebelumnya, yakni Millenial.

Padahal, Millenial sering dianggap sebagai generasi yang “lelah”.

Lantas, apa yang membuat folikel rambut Gen Z menyerah lebih cepat?

Baca Juga: Idealism vs Realitas: 5 Tantangan Berat yang Dihadapi Jurnalis Gen Z di Era Digital

Berikut adalah analisis mendalam mengapa fenomena ini terjadi, ditinjau dari aspek medis, psikologis, dan gaya hidup.

1. Stres Kronis dan Hustle Culture yang Teramplifikasi

Perbedaan mendasar antara Gen Z dan Millenial adalah lanskap digital saat mereka tumbuh dewasa.

Gen Z adalah digital natives sejati yang terpapar tekanan media sosial sejak kecil.

Stres memicu hormon kortisol. Kortisol yang tinggi secara kronis dapat memicu kondisi yang disebut Telogen Effluvium, di mana folikel rambut dipaksa masuk ke fase istirahat (telogen) lebih cepat dan rontok secara massal.

  • Tekanan Visual: Standar kecantikan yang tidak realistis di Instagram dan TikTok menciptakan anxiety (kecemasan) bawah sadar yang konstan.
  • Ketidakpastian Ekonomi: Gen Z memasuki usia dewasa di tengah ketidakstabilan ekonomi global dan layoff massal, memicu stres finansial lebih dini.

2. Diet Ekstrem dan Nutrisi Semu

Meskipun Gen Z sangat sadar akan isu kesehatan mental, pola makan mereka sering kali bertolak belakang dengan kebutuhan fisik rambut.

  • Tren Diet Viral: Banyak Gen Z terjebak dalam crash diet atau diet yoyo yang viral di media sosial tanpa pengawasan ahli. Kekurangan kalori mendadak membuat tubuh memprioritaskan organ vital dan menghentikan suplai nutrisi ke rambut.
  • Makanan Ultra-Proses: Konsumsi makanan tinggi gula dan pengawet memicu inflamasi dalam tubuh. Inflamasi ini dapat menyerang folikel rambut dan memperburuk kondisi genetik seperti Androgenetic Alopecia.

Catatan Penting: Kekurangan zat besi dan protein adalah penyebab paling umum rambut tipis pada usia muda.

3. Eksperimen Gaya Rambut Tanpa Henti

Berbeda dengan Millenial yang cenderung bermain aman dengan gaya rambut natural di masa muda mereka, Gen Z menjadikan rambut sebagai kanvas ekspresi diri yang radikal.