“Kami sangat kecewa. KONI Kalbar sudah mengetahui proses ini sejak lama, namun tidak ada teguran sebelumnya. Tiba-tiba keluar surat minta penundaan di tanggal 31 Januari malam. Anehnya lagi, surat diantar oleh kurir yang bukan pengurus KONI Kalbar,” ungkap Robby.
Dampak pada Persiapan Porprov
Robby menambahkan bahwa penundaan sepihak ini sangat merugikan, mengingat pihaknya menggunakan dana talangan pribadi karena dana hibah APBD 2026 belum cair.
Selain itu, ketidakpastian kepengurusan ini dikhawatirkan mengganggu persiapan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang rencananya digelar September 2026.
“Waktu kita sangat sedikit untuk mempersiapkan Porprov. Kami mempercepat Musorkab agar kepengurusan baru bisa segera mengeksekusi tahapan persiapan. Namun, kami pasrah saja dengan keputusan yang ada,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian tanggal pengganti pelaksanaan Musorkab, sementara atribut acara di lokasi telah dilepas demi menjaga kondusivitas.
(FR)





















