Kemampuan Berpikir Mendalam Gen Z Tergerus Akibat AI

Ilustrasi - Gen Z kehilangan kemampuan berpikir mendalam akibat kebiasaan scanning dan AI. Dosen AS keluhkan penurunan standar akademik. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Gen Z kehilangan kemampuan berpikir mendalam akibat kebiasaan scanning dan AI. Dosen AS keluhkan penurunan standar akademik. (Dok. Ist)

“Saya merasa seperti harus ‘menari’ di depan kelas dan membacakan teks dengan keras karena tidak ada yang membacanya di malam sebelumnya,” ujar Wilson.

Wilson mencatat, bahkan ketika ia mengajak mahasiswa membaca bersama di dalam kelas, banyak dari mereka tetap gagal memproses makna kata-kata yang ada di hadapan mata. Situasi ini memaksa para dosen menurunkan standar akademik agar proses perkuliahan tetap berjalan.

Ancaman Literasi Global

Para ahli memandang fenomena ini sebagai konsekuensi logis dari pergeseran konsumsi informasi masyarakat yang beralih dari teks ke format visual singkat. Data dari Program for the International Assessment of Adult Competencies (PIAAC) memperkuat kekhawatiran ini. Survei tersebut mencatat bahwa 59 juta orang dewasa di AS kini berada di level kompetensi literasi terendah.

Baca Juga: Awas! Stres Berpikir Ternyata Bisa Bikin Rambut Rontok Massal. Ini 4 Alasan Ilmiahnya

Tanpa intervensi struktural yang serius dari sistem pendidikan, dunia menghadapi risiko besar. Kita berpotensi melahirkan generasi penerus yang gagap teknologi, namun kehilangan kemampuan melakukan kontemplasi dan analisis mendalam.

(*Sr)