Faktakalbar.id, PONTIANAK – Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa Pontianak terus berbenah diri untuk memastikan ketersediaan air bersih yang stabil bagi warga kota.
Langkah strategis terbaru yang diambil adalah memperkuat sistem manajemen risiko guna mengantisipasi gangguan layanan sejak dini.
Direktur Utama PDAM Tirta Khatulistiwa, Abdullah, menegaskan bahwa penguatan ini dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar pada Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, langkah ini vital mengingat PDAM memegang peran strategis dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Pontianak.
Mitigasi Jalur Sungai Kapuas dan Landak
Abdullah menjelaskan bahwa rantai pasok air bersih di Pontianak memiliki tantangan tersendiri karena sangat bergantung pada kondisi alam.
Sumber air baku berasal dari Sungai Kapuas dan Sungai Landak, yang kemudian harus melewati proses pengolahan bertahap mulai dari pemisahan blok instalasi, sedimentasi, hingga filtrasi sebelum akhirnya mengalir ke keran pelanggan.
















