Curhat ke AI Memang Bikin Lega, Tapi Kenali Risiko Privasi yang Mengintai

"Sering curhat ke ChatGPT atau Gemini? Waspadai risiko privasi di baliknya. Percakapan Anda bisa disimpan, dilatih ulang, bahkan dibaca peninjau manusia."
Sering curhat ke ChatGPT atau Gemini? Waspadai risiko privasi di baliknya. Percakapan Anda bisa disimpan, dilatih ulang, bahkan dibaca peninjau manusia. (Dok. Ist)

Tugas mereka adalah membaca sampel percakapan pengguna untuk mengevaluasi respons bot.

Meskipun data tersebut biasanya dianonimkan (nama disamarkan), detail cerita yang terlalu spesifik bisa menjadi petunjuk identitas. Bayangkan skenario buruknya: curhatan terdalam Anda secara acak terbaca oleh orang lain di belahan dunia lain.

Bahaya “Oversharing” Data

Risiko makin tinggi jika Anda terbiasa melakukan oversharing.

Kasus kebocoran data bukanlah dongeng.

Jika Anda memasukkan data sensitif seperti nama lengkap orang yang dibenci, alamat rumah, data keuangan, atau rahasia dapur kantor ke dalam prompt AI, data tersebut rentan terekspos jika terjadi peretasan atau bug pada sistem.

Ingat kasus di mana karyawan perusahaan teknologi besar tidak sengaja membocorkan kode rahasia perusahaan karena meminta AI memeriksanya? Hal yang sama bisa terjadi pada rahasia pribadi Anda.

Jadilah Pengguna Cerdas

Artikel ini tidak melarang Anda menggunakan AI.

Teknologi ini luar biasa untuk mencari ide liburan, resep masakan, atau sekadar teman ngobrol ringan saat bosan.

Namun, batasilah “keintiman” Anda dengan mesin.

Sebagai aturan dasar, jangan pernah mengetikkan:

  1. Identitas pribadi (Nama lengkap, NIK, Alamat).
  2. Informasi keuangan (Gaji, PIN, Nomor Kartu).
  3. Rahasia pekerjaan atau dokumen legal.
  4. Pengakuan tindakan yang bisa menyeret Anda ke masalah hukum.

Jika butuh ruang aman untuk meluapkan emosi, sahabat terpercaya atau tenaga profesional (psikolog) tetaplah pilihan terbaik.

Jadikan AI sebagai asisten digital yang membantu hidup Anda, bukan pemegang kunci rahasia hidup Anda.

Baca Juga: Sering Bikin Bingung, 5 Makanan Ini Sebenarnya Buah Bukan Sayur

(Mira)