Faktakalbar.id, KALIMANTAN BARAT – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) bergerak cepat merespons munculnya titik api di sejumlah wilayah.
Langkah ini diambil menyusul peringatan dini dari BMKG terkait cuaca panas dan hari tanpa hujan yang melanda pada pertengahan Januari 2026.
Kepala DLHK Provinsi Kalbar, Adi Yani, menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPT KPH) untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Fokus utama saat ini tertuju pada pemadaman intensif di wilayah Kubu Raya dan Mempawah yang mulai terdampak.
Baca Juga: Karhutla Jalan Perdana Pontianak, BMKG Pantau 155 Titik Panas
“Pengendalian Karhutla membutuhkan kerja bersama, respon cepat, dan sinergi seluruh pihak. Pencegahan dan pemadaman dini adalah kunci utama agar kebakaran tidak meluas,” tegas Adi Yani di Pontianak, Selasa (20/1/2026).
Kendala Lahan Gambut dan Minim Air
Berdasarkan laporan lapangan, UPT KPH Wilayah Kubu Raya bersama tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, dan relawan telah berjibaku memadamkan api sejak 15 Januari 2026.
Tantangan di lapangan dinilai cukup berat karena lokasi kebakaran didominasi lahan gambut yang sulit padam, diperparah dengan minimnya sumber air di sekitar lokasi.
Selain di Kubu Raya, peningkatan aktivitas patroli dan pemadaman juga dilakukan oleh UPT KPH Mempawah dan UPT KPH Kayong guna mencegah api meluas ke area lain.
















