Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Coba cek riwayat chat WhatsApp kamu hari ini.
Berapa kali kamu mengetik atau membalas pesan dengan kata “Oke”, “Ok”, atau sekadar “K”?
Kata yang satu ini memang sudah jadi bumbu wajib dalam percakapan sehari-hari.
Entah itu untuk menyetujui ajakan hangout, mengonfirmasi tugas kantor, atau sekadar membalas curhatan teman.
Baca Juga: Pemerintah Tetapkan 27 Hari Libur Nasional 2026, Simak Daftar Cuti Bersama dan Long Weekend
Singkat, padat, dan semua orang di seluruh dunia paham maksudnya.
Tapi, pernahkah terlintas di benak kamu, dari mana sih asal usul kata sakti ini? Apakah “Oke” itu murni sebuah kata, atau justru sebuah singkatan?
Lahir dari Tren “Bahasa Gaul” Tahun 1800-an
Siapa sangka, kata “Oke” ternyata punya sejarah yang cukup jenaka.
Bukan berasal dari bahasa suku Indian atau nama biskuit lawas seperti rumor yang beredar, kata ini justru lahir dari tren plesetan di Amerika Serikat pada abad ke-19.
Menurut penelitian ahli bahasa Allen Walker Read, kata “Ok” pertama kali muncul di surat kabar Boston Post pada 23 Maret 1839.
Kala itu, anak muda dan kaum intelektual di AS sedang demam membuat singkatan dari kata-kata yang sengaja di-eja salah (misspelled) sebagai bahan bercandaan.
Mirip-mirip dengan bahasa gaul anak Jaksel atau slang Gen Z zaman now.
Jadi, Apa Kepanjangannya?
















