Lebih Sehat Mana, Mandi Air Hangat atau Air Dingin?

Ilustrasi - Bingung memilih mandi air hangat atau air dingin? Simak penjelasan ahli medis mengenai manfaat dan risikonya bagi kesehatan tubuh di sini. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Bingung memilih mandi air hangat atau air dingin? Simak penjelasan ahli medis mengenai manfaat dan risikonya bagi kesehatan tubuh di sini. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Masyarakat kerap berdebat mengenai pilihan suhu air saat mandi. Sebagian orang mencari ketenangan lewat air hangat, sementara yang lain mengejar kesegaran air dingin. Para ahli kesehatan kini memberikan pandangan terkait manfaat dan risiko kedua pilihan tersebut bagi tubuh.

Preferensi suhu air memang beragam. Data Konferensi Internasional tentang Sistem Distribusi Air (2018) mencatat rata-rata orang menyukai suhu air 40-41 derajat Celcius karena memberikan rasa nyaman.

Mandi air hangat memiliki keunggulan tersendiri. Suhu hangat bekerja meredakan ketegangan otot, mengurangi kelelahan, hingga meringankan gejala osteoartritis. Uap panas juga membantu melebarkan pembuluh darah sehingga sirkulasi darah menjadi lebih lancar.

Baca Juga: Bukan Sekadar Tradisi: 7 Manfaat Buah Pinang untuk Kesehatan dan Stamina

Hal ini membuat tubuh lebih rileks dan meningkatkan kualitas tidur.

Namun, Dokter Kulit, Sejal Shah, mengingatkan risiko penggunaan air yang terlalu panas. Ia menegaskan suhu tinggi justru dapat menggerus kelembapan alami tubuh.

“Air panas menghilangkan minyak alami kulit sehingga menyebabkan kulit kering, gatal, dan akhirnya eksim. Demikian pula, air panas dapat menghilangkan minyak alami rambut,” kata Sejal Shah.

Senada dengan itu, Ahli Kardiologi Intervensi, Hassan Makki, menyoroti bahaya penurunan tekanan darah secara mendadak akibat mandi air panas. Ia mengaku sering menemui kasus orang pingsan di kamar mandi akibat kondisi tersebut.