Faktakalbar.id, ACEH TAMIANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama lintas sektor terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Jumat (16/01/26).
Baca Juga: Kejar Dana Bantuan Pusat, BNPB Validasi 37.888 Rumah Rusak Akibat Banjir Aceh Tamiang
Hingga 14 Januari 2026, tercatat sebanyak 2.299 unit huntara direncanakan dibangun di berbagai kecamatan.
Pembangunan ini diprioritaskan bagi kepala keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, hanyut, atau hilang akibat bencana.
Pelaksana Harian (Plh) Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menjelaskan bahwa target penyelesaian proyek ini sangat ketat.
“Saat ini, beberapa lokasi sudah mulai dibangun sejak awal Januari dan ditargetkan rampung pada akhir Januari, sehingga menjelang bulan puasa masyarakat sudah dapat menempati huntara,” ujar Djohan.
Djohan menegaskan bahwa aspek kenyamanan dan kesehatan menjadi prioritas utama dalam pembangunan ini.
Baca Juga: BNPB Tawarkan Opsi Dana Tunggu Hunian Rp600 Ribu bagi Korban Banjir Aceh Utara
Fasilitas sanitasi seperti MCK serta jaringan listrik dari PLN sedang dalam proses pemasangan. Selain itu, sumur bor juga akan segera dibangun untuk menjamin ketersediaan air bersih.
Salah satu lokasi pembangunan huntara yang tengah berjalan berada di Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak.
Di lokasi ini, huntara dibangun di atas lahan seluas 8.672,6 meter persegi dengan sistem kopel. Setiap unit hunian memiliki ukuran 3,6 m x 4,8 m, dilengkapi kamar mandi dan teras.
Secara rinci, BNPB membangun langsung 1.505 unit huntara yang terdiri dari 323 unit huntara insitu (dibangun dekat lokasi asal warga) dan 1.182 unit huntara terpusat.
Sebaran lokasi mencakup Kecamatan Karang Baru, Sekerak, Bandar Pusaka, Tamiang Hulu, Rantau, Seruway, Kota Kualasimpang, hingga Kejuruan Muda.
Sementara itu, sisa 794 unit lainnya dibangun melalui kolaborasi dengan kementerian/lembaga dan sektor swasta.
Baca Juga: Kemenhut Serahkan Kayu Gelondongan untuk Bangun Hunian Sementara di Sumatera
Dukungan datang dari Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, serta pihak swasta seperti Danantara dan Dompet Dhuafa.
Penentuan lokasi huntara telah melalui koordinasi ketat dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memastikan keamanan dari ancaman bencana susulan.
BNPB juga melibatkan camat dan kepala desa untuk verifikasi data penerima manfaat agar bantuan tepat sasaran.
(fr)
















