Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Banyak orang menganggap penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) akan meningkatkan kecerdasan penggunanya.
Namun, pandangan berbeda justru datang dari John Nosta, pendiri lembaga pemikir NostaLab. Ia memperingatkan bahwa AI bukan membuat manusia makin pintar, melainkan melatih manusia untuk berpikir terbalik.
Nosta melabeli AI sebagai anti-intelejensia. Menurutnya, cara kerja model bahasa besar (LLM) sangat bertolak belakang dengan cara alami manusia dalam bernalar dan memahami sesuatu.
Baca Juga: Mulai Sekarang, Langganan ChatGPT Kena Pajak 11 Persen
Hanya Pola Statistik, Bukan Pemahaman
Nosta menjelaskan bahwa AI tidak benar-benar memahami informasi. Mesin hanya memproses data sebagai hitungan matematika tanpa nilai budaya atau ingatan.
















