Si Jenius Lautan: 7 Fakta Unik Gurita, Punya 3 Jantung dan Berdarah Biru

"Gurita adalah moluska paling cerdas di bumi. Simak fakta menarik tentang anatomi tubuhnya yang unik, mulai dari tiga jantung, darah biru, hingga kemampuan menyamar."
Gurita adalah moluska paling cerdas di bumi. Simak fakta menarik tentang anatomi tubuhnya yang unik, mulai dari tiga jantung, darah biru, hingga kemampuan menyamar. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Di antara ribuan penghuni lautan, gurita memegang predikat sebagai salah satu makhluk yang paling memukau.

Hewan yang masuk dalam kelas Cephalopoda ini memiliki anatomi dan kecerdasan yang sangat berbeda dari hewan kebanyakan, bahkan jika dibandingkan dengan kerabat dekatnya seperti cumi-cumi atau kerang.

Tanpa tulang belakang (invertebrate), gurita adalah penguasa fleksibilitas dan strategi di dasar laut.

Berikut adalah 7 fakta unik mengenai biologi gurita yang akan membuat Anda kagum.

Baca Juga: Lebih Cerdas dari Perkiraan: 7 Fakta Mengejutkan Tentang Lumba-lumba

1. Memiliki Tiga Buah Jantung

Jika manusia hanya memiliki satu jantung, gurita memiliki tiga.

Dua jantung disebut jantung brankial (branchial hearts) yang berfungsi memompa darah ke insang untuk mengambil oksigen.

Sementara satu jantung lainnya, disebut jantung sistemik (systemic heart), bertugas memompa darah ke seluruh organ tubuh.

Uniknya, saat gurita berenang cepat, jantung sistemik ini akan berhenti berdetak sementara. Inilah sebabnya gurita lebih suka merayap di dasar laut daripada berenang, karena berenang membuat mereka cepat lelah.

2. Berdarah Biru, Bukan Merah

Darah manusia berwarna merah karena kandungan zat besi dalam hemoglobin.

Sebaliknya, darah gurita berwarna biru karena mengandung tembaga dalam protein yang disebut hemocyanin.

Hemocyanin bekerja lebih efisien daripada hemoglobin dalam mengangkut oksigen di lingkungan yang bersuhu rendah dan minim oksigen, seperti di dasar laut dalam.

Inilah rahasia mengapa gurita bisa bertahan hidup di kedalaman ekstrem.

3. Sistem Saraf Tersebar (9 “Otak”)

Gurita dikenal sangat cerdas, dan rahasianya terletak pada sistem saraf yang terdesentralisasi.

Mereka memiliki satu otak pusat, namun dua pertiga neuron mereka tersebar di kedelapan lengannya.

Kumpulan neuron di setiap lengan ini bertindak sebagai pusat kendali saraf mandiri atau ganglia.

Artinya, lengan gurita bisa merespons rangsangan seperti membuka cangkang kerang atau merasakan tekstur tanpa harus menunggu perintah dari otak pusat.

4. Master Penyamaran (Camouflage)

Kemampuan camouflage gurita adalah salah satu yang terbaik di dunia hewan. Mereka bisa mengubah warna, pola, bahkan tekstur kulit mereka dalam hitungan milidetik agar sama persis dengan pasir, batu karang, atau rumput laut di sekitarnya.

Kemampuan ini berkat ribuan sel pigmen di bawah kulitnya yang disebut chromatophores. Sel-sel ini dapat melebar dan menyempit secara instan untuk menciptakan pola warna yang rumit guna menghindari predator atau mengintai mangsa.

5. Pengguna Alat yang Cerdas

Gurita adalah satu dari sedikit hewan non-primata yang diketahui mampu menggunakan alat (tool use) untuk membantu kelangsungan hidupnya.

Para peneliti sering mendapati gurita membawa batok kelapa atau cangkang kerang kosong.

Mereka menggunakan benda-benda tersebut sebagai perisai pelindung portabel atau rumah sementara saat merasa terancam di area terbuka yang minim tempat bersembunyi.

6. Mati Setelah Bereproduksi

Siklus hidup gurita cukup singkat dan berakhir dramatis.

Mereka adalah hewan semelparous, yang berarti mereka bereproduksi sekali seumur hidup dan kemudian mati.

Gurita jantan biasanya mati beberapa bulan setelah kawin.

Sementara gurita betina akan menjaga ribuan telurnya dengan sangat protektif tanpa makan sedikitpun. Begitu telur-telur tersebut menetas, sang induk biasanya akan mati karena kelelahan dan kelaparan ekstrem.

7. Bisa Menumbuhkan Kembali Lengan

Sama seperti cicak yang bisa memutuskan ekornya, gurita memiliki kemampuan pertahanan diri yang disebut autotomy.

Mereka bisa memutuskan salah satu lengannya jika tertangkap oleh predator untuk meloloskan diri.

Lengan yang putus tersebut tidak hilang selamanya.

Gurita memiliki kemampuan regenerasi sel yang luar biasa, sehingga lengan tersebut akan tumbuh kembali lengkap dengan fungsi saraf dan suckers (tentakel pengisap) yang sempurna dalam beberapa waktu.

Gurita adalah bukti betapa kompleksnya evolusi kehidupan di lautan.

Dari sistem peredaran darah yang unik hingga kecerdasan kognitifnya, gurita mengajarkan kita bahwa kecerdasan makhluk hidup bisa hadir dalam berbagai bentuk yang menakjubkan.

Baca Juga: Kerabat Dekat Hiu yang Sering Disalahpahami: 5 Fakta Mengejutkan untuk Mengenal Lebih Dekat Ikan Pari

(Mira)