Pemkot Pontianak Gandeng Universitas Waterloo, Hitung Kerugian Banjir Lewat Kajian Aktuaria

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerima plakat dari Perwakilan Universitas Waterloo Stefan Steiner dalam acara Kick Off Kajian Kerugian Banjir. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerima plakat dari Perwakilan Universitas Waterloo Stefan Steiner dalam acara Kick Off Kajian Kerugian Banjir. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Harapan kita, kajian ini menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan realistis untuk mengurangi risiko dan kerugian akibat banjir di Kota Pontianak ke depan,” tambah Edi.

Sementara itu, Perwakilan Universitas Waterloo, Stefan Steiner, menjelaskan bahwa studi ini mengombinasikan pendekatan aktuaria dengan pengumpulan data primer dan sekunder melalui survei lapangan dan diskusi terarah.

“Pendekatan aktuaria memungkinkan kami menghitung risiko dan kerugian banjir secara lebih terukur, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat,” jelas Stefan.

Stefan menambahkan bahwa tujuan utama program ini adalah menjembatani sains dengan kebijakan, sehingga pemerintah daerah dapat merancang strategi mitigasi dan pembiayaan iklim yang lebih efektif dan berkelanjutan.

(fr)