Jalan Tertutup Longsor, Petugas Antar Bantuan Pakai Motor

Banjir di sekitar wilayah Muria Raya. Akses jalan di Jepara tertutup longsor. Petugas terpaksa antar bantuan logistik ke warga pakai motor secara estafet. (Dok. Ist)
Banjir di sekitar wilayah Muria Raya. Akses jalan di Jepara tertutup longsor. Petugas terpaksa antar bantuan logistik ke warga pakai motor secara estafet. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda kawasan Muria Raya (Kudus, Pati, Jepara) sejak pekan lalu menyisakan tantangan berat.

Material longsor menutup total akses jalan utama menuju Desa Tempur di Kabupaten Jepara, sehingga kendaraan roda empat tidak bisa lewat.

Tim gabungan harus memutar otak demi memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Petugas akhirnya menggunakan sistem estafet memakai kendaraan roda dua atau motor untuk mengantar bantuan logistik.

Baca Juga: Reduksi Curah Hujan, BNPB Mulai Operasi Modifikasi Cuaca untuk Penanganan Banjir Muria Raya

Mereka menempuh cara ini karena jalanan tertutup tanah dan bebatuan yang tebal.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan situasi terkini di lapangan pada Kamis (15/1/2026).

“Kondisi ini memaksa tim penanggulangan bencana melakukan distribusi logistik kepada warga terdampak di Desa Tempur dengan sistem estafet menggunakan kendaraan roda dua,” tulis laporan BNPB.

Kudus Tanggap Darurat

Pemerintah daerah merespons bencana ini dengan cepat. Pemerintah Kabupaten Kudus telah menetapkan status Tanggap Darurat selama tujuh hari, mulai 12 hingga 19 Januari 2026.

Sementara itu, Kabupaten Jepara dan Pati saat ini berstatus Siaga Darurat.

Dampak kerusakan akibat cuaca ekstrem ini cukup parah. Data mencatat terdapat 127 titik longsor dan ribuan rumah terendam banjir di wilayah Kudus.

Kerusakan juga menimpa Kabupaten Pati, di mana jembatan putus, tanggul jebol, dan 869,5 hektare sawah terendam air. Ribuan warga kini harus mengungsi ke tempat aman.

Butuh Alat Berat

BNPB menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh penanganan darurat ini. Mereka memastikan pengiriman bantuan berupa sembako, terpal, karung pasir, dan pompa air ke lokasi bencana.

Meski demikian, tim di lapangan sangat membutuhkan tambahan alat berat untuk membersihkan lumpur agar jalan bisa terbuka kembali.

“BNPB memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas utama, baik bagi warga yang mengungsi terpusat maupun mandiri,” tegas BNPB.

Baca Juga: 706 KK Terdampak, Banjir Sintang Mulai Surut dan Warga Lakukan Pembersihan Mandiri

Sebagai langkah sementara, warga bersama petugas BPBD terus bergotong-royong memperbaiki tanggul yang rusak.

Mereka menggunakan karung pasir untuk menahan air sembari menunggu surutnya banjir. Petugas juga meminta warga tetap waspada karena hujan lebat masih mungkin turun.

(*Sari)