Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Penemuan terbaru di dunia astronomi kembali mengejutkan publik. Selama ini, para ilmuwan sering menemukan objek asing yang mengorbit sebuah bintang dan langsung mengategorikannya sebagai planet.
Namun, studi terkini menunjukkan bahwa objek tersebut mungkin saja sebuah lubang hitam purba.
Para astronom mendeteksi keberadaan benda-benda langit tersebut melalui metode pengamatan gravitasi.
Baca Juga: Sebulan Pasca Bencana Sumatera, Seskab Teddy: 1.100 Hunian Siap, 72 Jalan Nasional Tersambung
Namun, keterbatasan teknologi saat ini membuat mereka sulit membedakan antara planet gas raksasa dan lubang hitam purba karena keduanya memiliki kemiripan efek gravitasi.
Metode Goyangan Bintang
Astronom menggunakan teknik khusus untuk mencari benda langit baru, yaitu dengan mengamati pergerakan bintang induknya.
Jika sebuah bintang terlihat bergoyang atau bergerak sedikit dari posisinya, itu tandanya ada objek lain yang menarik bintang tersebut dengan gaya gravitasi.
Masalah muncul ketika astronom menganalisis data tersebut. Sebuah planet seukuran Neptunus dan sebuah lubang hitam dengan massa yang sama ternyata menghasilkan efek goyangan yang identik pada bintang induknya.
Hal ini membuat astronom menyimpulkan bahwa beberapa objek yang selama ini mereka anggap sebagai planet bisa jadi merupakan lubang hitam.
Seukuran Buah Jeruk
Lubang hitam yang dimaksud dalam penelitian ini berbeda dengan lubang hitam raksasa yang biasa menelan bintang. Ilmuwan menyebutnya sebagai lubang hitam purba atau primordial black holes.
Objek ini terbentuk sesaat setelah peristiwa Ledakan Dahsyat atau Big Bang, ketika alam semesta masih berupa gumpalan energi bertekanan tinggi.
Salah satu fakta menarik dari objek ini adalah ukurannya yang sangat padat. Sebuah lubang hitam purba dengan massa setara Planet Bumi atau Jupiter mungkin hanya memiliki ukuran fisik sebesar buah jeruk bali.
Wawasan Baru Astronomi
Penulis studi tersebut menekankan bahwa ini masih berupa kemungkinan ilmiah. Mereka tidak menyatakan bahwa semua planet yang ditemukan adalah lubang hitam. Sebagian besar kandidat objek tersebut kemungkinan besar tetaplah planet biasa.
Baca Juga: Rayakan Bulan Bahasa, Narabahasa Bedah Fenomena Meme: Humor atau Politik?
Meskipun demikian, hipotesis ini membuka wawasan baru tentang populasi benda langit di alam semesta.
Astronom kini memiliki tugas baru untuk mengembangkan metode yang lebih canggih guna memastikan apakah objek yang mereka temukan adalah planet yang layak huni atau justru lubang hitam purba.
(*Sari)














