Dibalik Durinya yang Tajam: 5 Fakta Menarik Bulu Babi, Si “Emas” Lautan

"Jangan takut dulu melihat durinya. Bulu babi (sea urchin) ternyata menyimpan daging lezat bernilai mahal dan peran vital bagi terumbu karang. Simak faktanya di sini."
Jangan takut dulu melihat durinya. Bulu babi (sea urchin) ternyata menyimpan daging lezat bernilai mahal dan peran vital bagi terumbu karang. Simak faktanya di sini. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Bagi para penyelam atau wisatawan yang gemar bermain di area terumbu karang, hewan ini seringkali dihindari.

Bentuknya bulat penuh duri hitam yang panjang dan tajam, membuat siapa saja ngeri membayangkan jika tak sengaja menginjaknya. Ia adalah bulu babi atau landak laut.

Namun, di balik penampilannya yang mengintimidasi, hewan dari kelas Echinoidea ini memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi di dunia kuliner internasional.

Berikut adalah fakta menarik tentang bulu babi yang mungkin akan mengubah pandangan Anda terhadap hewan berduri ini.

Baca Juga: Kerabat Dekat Hiu yang Sering Disalahpahami: 5 Fakta Mengejutkan untuk Mengenal Lebih Dekat Ikan Pari

1. Bagian yang Dimakan Adalah Organ Reproduksi

Banyak orang mengira bagian kuning yang lezat dari bulu babi adalah daging atau otaknya.

Faktanya, bagian berwarna kuning atau oranye cerah tersebut adalah gonad atau kelenjar reproduksi (kelamin) dari bulu babi.

Dalam dunia kuliner Jepang, bagian ini disebut Uni.

Rasanya sangat unik, perpaduan antara gurih, manis, dan sedikit asin air laut dengan tekstur yang sangat creamy dan lumer di mulut.

Karena rasanya yang kaya akan umami, Uni sering dijuluki sebagai “foie gras dari lautan”.

2. Tidak Punya Tulang, Jantung, dan Otak

Secara biologis, bulu babi adalah hewan yang sangat sederhana namun efektif.

Mereka tidak memiliki tulang belakang (invertebrate), tidak memiliki otak yang terpusat, dan tidak memiliki jantung.

Sebagai gantinya, mereka memiliki sistem vaskular air (water vascular system) yang kompleks.

Sistem ini memompa air ke seluruh tubuh mereka untuk membantu pergerakan kaki tabung, respirasi (bernapas), dan transportasi nutrisi.

Meskipun tanpa otak, sistem saraf mereka cukup peka untuk mendeteksi sentuhan, cahaya, dan bahan kimia di air.

3. Tukang Bersih-Bersih Karang

Bulu babi memegang peranan vital dalam ekosistem laut.

Mereka adalah grazers atau pemakan rumput laut dan alga.

Makanan utama mereka adalah ganggang yang tumbuh menempel pada batu karang.

Tanpa kehadiran bulu babi, populasi alga bisa tumbuh tak terkendali (algae blooming) dan menutupi permukaan terumbu karang.

Hal ini bisa menyebabkan karang mati karena tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk berfotosintesis.

Jadi, bulu babi adalah “pasukan kebersihan” alami yang menjaga kesehatan terumbu karang.

4. Durinya Rapuh dan Mengandung Racun Ringan

Menginjak bulu babi adalah mimpi buruk bagi wisatawan pantai.

Spesies yang paling umum di Indonesia, Diadema setosum, memiliki duri yang panjang, tajam, dan sangat rapuh.

Ketika tertusuk ke kulit manusia, duri tersebut mudah patah dan tertinggal di dalam daging, membuatnya sulit dikeluarkan.

Meskipun racunnya umumnya tidak mematikan bagi manusia, tusukannya menimbulkan rasa nyeri yang hebat, bengkak, dan risiko infeksi sekunder.

Cara pertolongan pertama tradisional yang sering digunakan adalah memukul area tusukan dengan benda tumpul agar duri hancur dan diserap tubuh, atau menyiramnya dengan asam cuka/air seni (amonia) untuk menetralisir racun.

5. Gigi yang Sangat Kuat

Jangan remehkan kemampuan makan hewan ini. Bulu babi memiliki struktur mulut unik di bagian bawah tubuhnya yang disebut Aristotle’s lantern.

Struktur ini terdiri dari lima gigi kalsium karbonat yang sangat kuat.

Gigi ini begitu kuat sehingga mereka bisa mengunyah cangkang teritip, bahkan melubangi batuan karang yang keras untuk membuat tempat persembunyian.

Uniknya, gigi-gigi ini dapat menajamkan diri sendiri (self-sharpening) seiring penggunaan.

Bulu babi mengajarkan kita untuk tidak menilai sesuatu hanya dari luarnya saja.

Di balik durinya yang tajam dan beracun, tersimpan kelezatan kuliner kelas dunia dan peran ekologis yang sangat besar.

Jika Anda menemukannya di pantai, cukup amati dari jauh dan berhati-hatilah melangkah, atau nikmati kelezatannya di piring saji restoran seafood favorit Anda.

Baca Juga: Lebih Cerdas dari Perkiraan: 7 Fakta Mengejutkan Tentang Lumba-lumba

(Mira)