Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan terkini terkait sejumlah kejadian bencana baru yang melanda berbagai wilayah di Indonesia.
Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB dalam 24 jam terakhir hingga Rabu (14/1/2026) pukul 07.00 WIB, bencana hidrometeorologi tercatat terjadi di lima provinsi, yakni Sumatera Selatan, Jawa Barat, Banten, DI Yogyakarta, hingga Nusa Tenggara Barat.
Baca Juga: Ribuan Rumah di Pandeglang dan Bekasi Terendam, BNPB Ingatkan Potensi Banjir Susulan
Laporan signifikan datang dari Pulau Sumatera, tepatnya di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Banjir yang terjadi pada Selasa (13/1) ini memberikan dampak luas terhadap ribuan permukiman warga.
“Peristiwa ini berdampak pada 3.656 kepala keluarga (KK). Hingga saat ini, sebanyak 3.656 unit rumah di tiga kecamatan, yaitu Lempuing, Lempuing Jaya, dan Mesuji, masih terendam banjir dengan tinggi muka air antara 20 hingga 60 sentimeter,” tulis laporan resmi BNPB.
Penanganan darurat di OKI masih berlangsung dengan status Siaga Darurat Provinsi yang berlaku hingga 30 April 2026.
Cuaca Ekstrem di Jawa
Selain banjir di Sumatera, kejadian bencana baru berupa cuaca ekstrem dan banjir juga dilaporkan terjadi di Pulau Jawa.
Di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, banjir melanda Desa Cibunar, Kecamatan Parung Panjang, pada Senin (12/1). Sebanyak 190 rumah terdampak, namun kondisi mutakhir menunjukkan air mulai surut.
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda Kota Serang, Banten, dan Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Di Serang, 17 rumah rusak akibat pohon tumbang.
Baca Juga: Laporan BNPB: Banjir dan Cuaca Ekstrem Terjang Lombok Timur, Serang, hingga Sepaku
Sedangkan di Bantul, dampak cuaca ekstrem merusak jaringan listrik dan menutup akses jalan di 15 desa.
“Penanganan di lapangan telah dilakukan, meliputi pembersihan pohon tumbang di sejumlah titik serta distribusi terpal kepada warga terdampak melalui kerja sama dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) kelurahan,” jelas BNPB terkait penanganan di Bantul.
Banjir Lombok Belum Surut
Bergeser ke wilayah timur, banjir juga merendam Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Senin (12/1). Data BNPB menyebutkan sebanyak 570 kepala keluarga atau 1.711 jiwa terdampak langsung.
“Hingga laporan ini disusun, banjir dilaporkan belum surut dan masih menggenangi permukiman warga. Penanganan darurat masih terus dilakukan oleh pihak terkait di daerah,” tambah laporan tersebut.
BNPB terus melakukan koordinasi dengan BPBD di setiap daerah untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
(*Red)
















