Akhirnya Terungkap, Ini Asal Usul Berlian di Bumi

Peneliti mengungkap asal usul berlian. Batuan mulia ini naik ke permukaan bumi berkat dorongan gas CO2 dalam struktur vulkanik kimberlit. (Dok: Monisha Melwani Jewelry)
Peneliti mengungkap asal usul berlian. Batuan mulia ini naik ke permukaan bumi berkat dorongan gas CO2 dalam struktur vulkanik kimberlit. (Dok: Monisha Melwani Jewelry)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Berlian merupakan batuan mulia yang memiliki nilai sangat tinggi. Selama bertahun-tahun, masyarakat awam maupun peneliti penasaran mengenai proses kemunculan batuan ini dari kedalaman perut bumi hingga sampai ke lapisan permukaan.

Sebuah studi terbaru dalam jurnal Geology akhirnya menjawab pertanyaan tersebut. Riset ini menjelaskan bahwa berlian naik ke permukaan bumi melalui letusan struktur vulkanik khusus bernama kimberlit.

Baca Juga: Bupati Ketapang Resmikan Pukesmas Ratu Berlian Khusus ODGJ dan Napza

Struktur Vulkanik Pipa

Struktur kimberlit berbentuk seperti pipa vertikal atau wortel yang memanjang ke bawah. Struktur ini meletus dari kedalaman mantel bumi lebih dari 150 kilometer.

Material di dalamnya bergerak dengan kecepatan tinggi mencapai 80 mil per jam hingga akhirnya keluar di permukaan tanah.

Peneliti dari Pusat Huni Planet Universitas Oslo, Ana Anzulovic, memimpin penelitian ini untuk memahami tenaga pendorong magma tersebut.

Ia mengakui tantangan utama penelitian ini adalah lokasi pembentukan batuan yang sangat dalam dan sulit terjangkau.

“Awalnya batuan itu terbentuk dari sesuatu yang tidak bisa diukur secara langsung. Jadi kita tidak tahu seperti apa lelehan proto-kimberlit atau lelehan induknya.

Kita tahu perkiraannya, tetapi pada dasarnya batuan mengalami perubahan signifikan dan kemudian terbentuk,” kata Ana Anzulovic.

Peran Gas Karbon Dioksida

Tim peneliti menggunakan simulasi komputer canggih untuk memecahkan misteri tersebut. Mereka menemukan bahwa gas karbon dioksida (CO2) dan air memegang peranan kunci dalam proses ini.

Air bertugas menjaga magma agar tetap cair dan lancar bergerak. Sementara itu, gas karbon dioksida berfungsi memberikan daya apung dan dorongan kuat agar magma bisa naik melawan tekanan bumi.

Baca Juga: Bukan Cuma Bajakah: 5 Akar Ajaib dari Hutan Kalimantan untuk Kesehatan dan Vitalitas

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kimberlit membutuhkan kandungan karbon dioksida sekitar 8,2 persen untuk bisa meletus.

Tanpa gas pendorong ini, batuan kimberlit beserta berlian di dalamnya akan tetap tertimbun selamanya di dalam lapisan mantel bumi.

(*Sari)