Akses Putus, TNI Salurkan Bantuan Logistik via Udara ke Desa Terisolir di Tapanuli Tengah

Prajurit TNI menurunkan kotak bantuan logistik dari helikopter untuk warga di wilayah terisolir Kabupaten Tapanuli Tengah. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Prajurit TNI menurunkan kotak bantuan logistik dari helikopter untuk warga di wilayah terisolir Kabupaten Tapanuli Tengah. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, TAPANULI TENGAH – Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodim 0211/TT melakukan penyaluran bantuan logistik melalui jalur udara ke Desa Tapian Nauli Saur Manggita, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu (11/01/2026).

Baca Juga: BNPB Kebut Pembangunan Huntara dan Huntap Korban Banjir Tapanuli Utara, Target Rampung Awal 2026

Langkah taktis ini diambil lantaran akses darat menuju wilayah tersebut terputus total akibat kerusakan infrastruktur pascabencana.

Operasi dropping logistik ini merupakan tindak lanjut langsung atas perintah Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Instruksi tersebut menekankan agar kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terisolir tetap terpenuhi meski terkendala medan yang sulit.

Bantuan yang didistribusikan melalui helikopter meliputi bahan makanan, air bersih, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya.

Baca Juga: Pipa Hancur Diterjang Longsor, Layanan Air Bersih di Empat Kecamatan Tapanuli Tengah Mulai Pulih

Kehadiran TNI di lokasi bencana ini menjadi bagian integral dari sinergi bersama pemerintah daerah untuk meringankan beban warga terdampak.

Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, menegaskan komitmen TNI untuk terus mendampingi masyarakat dalam situasi darurat.

“Penyaluran bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat terdampak bencana. Kami berupaya memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi, meskipun dihadapkan pada keterbatasan akses dan kondisi medan yang sulit,” ujar Asrul Kurniawan Harahap.

Warga Desa Tapian Nauli Saur Manggita menyambut antusias bantuan tersebut.

Mereka mengaku sangat terbantu, mengingat tanpa adanya penyaluran via udara, mereka harus menempuh perjalanan berjam-jam melewati medan berat hanya untuk mendapatkan pasokan logistik.

(ra)