Faktakalbar.id, PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus mematangkan rencana penerapan layanan angkutan umum massal berbasis jalan dengan skema Buy the Service (BTS).
Program ini ditargetkan menjadi solusi transportasi perkotaan yang aman, nyaman, dan terjangkau seiring dengan pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas ekonomi di Kota Pontianak.
Baca Juga: Cegah Macet dan Kecelakaan, Dishub Pontianak Perketat Jam Operasional Kendaraan Besar
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Yuli Trisna Ibrahim, menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiatif nasional dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Tujuannya adalah menghadirkan sistem transportasi yang memadai di daerah.
“Dalam skema Buy the Service, pemerintah membeli layanan dari operator angkutan umum. Tujuannya untuk mengisi kekosongan layanan sekaligus menyediakan alternatif transportasi yang selamat, aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).
Dilengkapi Teknologi Canggih (ITS)
Layanan angkutan umum di Pontianak ini nantinya tidak sekadar armada bus biasa, melainkan akan dilengkapi dengan fasilitas Intelligent Transport System (ITS).
Sistem ini memungkinkan masyarakat memantau posisi bus secara real time dan mengakses informasi layanan dengan mudah.
“ITS juga memudahkan pemerintah dan pengelola dalam pengumpulan serta pengolahan data, termasuk pengawasan dan pengendalian operasional bus,” jelas Trisna.
Selain itu, armada juga akan dilengkapi fitur keselamatan mutakhir seperti Advanced Driver Assistance System (ADAS) untuk memberi peringatan dini potensi kecelakaan, serta Driver Status Monitoring (DSM) untuk memantau perilaku pengemudi jika mengantuk atau tidak fokus.
















