Faktakalbar.id, SAMBAS – Perjuangan berat tenaga pendidik di daerah pelosok kembali menjadi sorotan. Seorang guru yang mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 18 Sui Dungun, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, meluapkan kekecewaannya terhadap kondisi jalan rusak parah yang harus dilaluinya setiap hari untuk menunaikan tugas.
Rasa frustrasi akibat infrastruktur yang memprihatinkan tersebut tidak disampaikannya melalui protes formal, melainkan melalui sebuah nyanyian.
Baca Juga: Jalan Rusak di Sambas: Warga Seranggam Protes Tanam Pohon Pisang
Sang guru memilih cara kreatif namun menohok untuk menggambarkan betapa sulitnya akses menuju tempatnya mengabdi.
Lirik lagu yang dinyanyikannya secara gamblang melukiskan kekecewaan mendalam terhadap fasilitas publik yang dinilai sangat buruk tersebut.
Berdasarkan dokumentasi visual yang beredar, terlihat jelas medan jalan yang dilalui sangat memprihatinkan.
Jalan tanah tersebut berubah menjadi kubangan lumpur tebal yang sulit dilewati kendaraan roda dua, terutama saat musim hujan atau setelah diguyur hujan.
Sang guru yang masih mengenakan seragam dinas tampak kesulitan mengendalikan sepeda motor matic-nya di tengah jalur yang licin dan berlumpur pekat.
Kakinya harus turun ke lumpur untuk menyeimbangkan kendaraan agar tidak terjatuh.
Dalam bait-bait lagu yang dilantunkannya, tersirat pesan protes kepada pihak terkait yang dianggap abai atau hanya melihat saja terhadap kondisi di lapangan, padahal perbaikan jalan tersebut adalah janji yang dinantikan.
















