Tambang Emas Ilegal Kembali Beroperasi di Pelang Ketapang Pasca Penertiban Polda Kalbar

"Aktivitas tambang emas ilegal di Ketapang kembali terpantau di Desa Sungai Pelang pasca penertiban. Polda Kalbar diminta tindak tegas pemodal PETI."
Aktivitas tambang emas ilegal di Ketapang kembali terpantau di Desa Sungai Pelang pasca penertiban. Polda Kalbar diminta tindak tegas pemodal PETI. (Dok. Faktakalbar)

Pada Sabtu (10/1/2026), Faktakalbar menghubungi Humas Polres Ketapang untuk meminta klarifikasi terkait dugaan masih beroperasinya PETI di Sungai Pelang.

Namun, hingga berita ini dipublikasikan, belum ada tanggapan resmi.

Keterangan narasumber ini selaras dengan pernyataan pimpinan Polda Kalimantan Barat.

Dalam konferensi pers akhir tahun di Mapolda Kalbar, Rabu (31/12/2025), Kapolda Kalbar, Pipit Rismanto, menyampaikan nada keras terhadap aktivitas PETI dan menolak anggapan bahwa kegiatan tersebut dilakukan semata karena alasan ekonomi.

“Bohong kalo soal perut. Orang melakukan penambangan itu adalah orang-orang kaya. Mengirim peralatan semua pakai ekskavator, menggerakkan ekskavator. Jadi saya tidak percaya dengan kata-kata orang,” tegas Pipit Rismanto.

Ia juga menambahkan,

“Kalau orang yang menambang dengan peralatan besar, tapi ngakunya miskin, itu adalah serakah, dia nggak puas,” ungkapnya.

Namun, sebagaimana disampaikan narasumber Faktakalbar, penindakan sejauh ini dinilai lebih banyak menyasar pekerja tingkat bawah.

Aktor utama dan pemodal besar yang mengendalikan operasi disinyalir belum tersentuh secara terbuka.

Pelaku lapangan yang tertangkap dianggap mudah digantikan, sehingga aktivitas tambang ilegal dapat kembali berjalan tak lama setelah penindakan.

Faktakalbar akan terus memantau perkembangan aktivitas PETI di Sungai Pelang, Ketapang.

Temuan lanjutan terkait jaringan, alur modal, dan peran pihak-pihak di balik operasi ini akan diungkap dalam laporan berikutnya.

Baca Juga: Sebut Konsesi Tambang NU “Upah” Politik Balas Budi, Pandji Pragiwaksono Resmi Dipolisikan

(Red)