“Proyek ini dirancang untuk memodernisasi kilang lama agar bisa mengolah lebih banyak minyak, menghasilkan BBM yang lebih ramah lingkungan,” ujar Bahlil.
Selain kualitas, efisiensi kilang juga ditingkatkan. Target yield atau imbal hasil produk bernilai tinggi dipatok naik signifikan hingga mencapai angka 91,8 persen.
Hal ini menjadikan kilang Balikpapan sebagai salah satu fasilitas pengolahan minyak tercanggih yang dimiliki Pertamina saat ini.
Baca Juga: Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia
Dukung Industri Petrokimia
Presiden Prabowo Subianto menyambut baik lompatan teknologi ini. Infrastruktur energi terintegrasi ini tidak hanya memproduksi BBM dan elpiji, tetapi juga produk petrokimia yang menjadi bahan baku penting bagi berbagai industri hilir di tanah air.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim pada hari ini Senin, 12 Januari 2026. Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan,” kata Prabowo.
Dengan kapasitas produksi mencapai 360 ribu barel per hari, kehadiran kilang dengan BBM standar Euro V ini diharapkan dapat memenuhi sekitar 25 persen kebutuhan nasional sekaligus mengurangi dampak emisi gas buang kendaraan bermotor di Indonesia.
(*Red)
















