Laris Manis, 2 Ton Buah Tampui Asal Bengkayang Tembus Pasar Malaysia

Petugas Karantina Kalimantan Barat melakukan pemeriksaan fisik terhadap komoditas buah tampui di PLBN Jagoi Babang sebelum diekspor ke Malaysia. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Petugas Karantina Kalimantan Barat melakukan pemeriksaan fisik terhadap komoditas buah tampui di PLBN Jagoi Babang sebelum diekspor ke Malaysia. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Petugas karantina melakukan pemeriksaan untuk memastikan komoditas tersebut terbebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) serta memenuhi persyaratan negara tujuan. Pendampingan ini menjadi bagian dari komitmen Karantina Indonesia dalam menjaga keamanan hayati dan kelancaran perdagangan lintas batas,” ujar Noval.

Capaian ekspor ini membuktikan bahwa buah tampui, atau yang dikenal juga sebagai “Tampoi”, memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan sebagai komoditas unggulan perbatasan.

Selain bernilai ekonomis, buah ini juga memiliki nilai budaya yang kuat bagi masyarakat lokal karena kerap digunakan dalam berbagai upacara tradisional.

Keberhasilan menembus pasar Malaysia diharapkan dapat memacu semangat petani dan masyarakat perbatasan untuk terus menjaga kualitas komoditas lokal agar semakin bersaing di pasar internasional.

(ra)