BNPB Rilis Update Penanganan Bencana: Banjir dan Cuaca Ekstrem Dominasi Sejumlah Wilayah

Tim gabungan evakuasi warga terdampak banjir di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Provinsi Sumatera Selatan, Jumat, (9/1). Sumber: BPBD Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Tim gabungan evakuasi warga terdampak banjir di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Provinsi Sumatera Selatan, Jumat, (9/1). (Dok: BPBD Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan terkini mengenai perkembangan situasi bencana di Indonesia.

Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB periode 10 hingga 11 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, sejumlah wilayah dilaporkan mengalami bencana alam.

Baca Juga: BNPB Rilis Data Bencana Awal 2026: 11 Tewas di Sitaro, Banjir Kepung Jawa hingga Kalimantan

Data menunjukkan bahwa kejadian bencana masih didominasi oleh fenomena hidrometeorologi basah, khususnya banjir dan cuaca ekstrem. Berikut adalah ringkasan update penanganan bencana di berbagai provinsi.

Banjir di Sumatera Selatan dan Bengkulu

Di Provinsi Sumatera Selatan, banjir bandang melanda Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur akibat hujan lebat pada Jumat (9/1).

Sebanyak empat kecamatan terdampak, yakni Belitang III, Belitang II, Semendawai Suku III, dan Belitang Mulya.

“Berdasarkan data sementara, banjir tersebut berdampak pada sekitar 1.359 kepala keluarga. Ribuan warga harus menghadapi genangan air yang merendam rumah mereka, dengan jumlah unit rumah terdampak diperkirakan mencapai 1.359 unit,” tulis laporan BNPB.

Meskipun tidak ada korban jiwa, ketinggian air sempat mencapai 150 cm. Saat ini, kondisi dilaporkan mulai surut dengan ketinggian tersisa sekitar 20 cm. Bantuan 500 paket sembako telah disalurkan oleh BPBD setempat.

Sementara di Bengkulu, banjir di Kabupaten Seluma merendam Desa Lubuk Resam. Sebanyak 31 kepala keluarga dan 10 hektare sawah terdampak, namun kini air dilaporkan telah surut.

Kondisi di Pulau Kalimantan dan NTB

Beralih ke Kalimantan Barat, banjir besar melanda Kabupaten Landak yang mencakup delapan kecamatan. Data sementara mencatat 2.282 kepala keluarga terdampak dengan jumlah rumah terendam yang setara.