“Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen untuk terus menjaga dan merawat toleransi serta kebebasan beragama. Perayaan keagamaan seperti ini menjadi penguat persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Apresiasi dari Jemaat
Suasana khidmat dan penuh sukacita dirasakan oleh para jemaat yang hadir. Julius (49), salah seorang jemaat Gereja Katedral Santo Yosef Pontianak, mengaku bersyukur bisa mengikuti ibadah dalam rangkaian acara nasional tersebut.
Baca Juga: Tinjau Gereja di Pontianak, Gubernur Ria Norsan Pastikan Stabilitas Keamanan Natal dan Tahun Baru
Menurut Julius, kehadiran kepala daerah di tengah-tengah jemaat memberikan kesan tersendiri. Hal ini dinilai bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap umat beragama.
“Perayaan Natal Nasional ini sangat bermakna bagi kami. Selain beribadah, kami juga merasakan kebersamaan dan perhatian dari pemerintah daerah yang hadir langsung bersama jemaat,” ucap Julius.
Ia berharap semangat damai yang tercipta dalam perayaan Natal Nasional ini dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal ini penting untuk membangun sikap saling menghormati dan toleransi yang kokoh di tengah keberagaman masyarakat Kota Pontianak.
(*Red)
















