Novel ini mengingatkan bahwa teladan orang tua yang bekerja keras akan otomatis melahirkan anak yang berbakti, tanpa perlu banyak dituntut.
5. “Rumah” Adalah Tentang Dengan Siapa Kita Berjuang
Pada akhirnya, Asrul dan Zenna membangun keluarga mereka sendiri dari nol.
Mereka menyatukan dua latar belakang yang sama-sama luka, namun memilih untuk saling menguatkan.
Makna “Dompet Ayah” (simbol tanggung jawab nafkah) dan “Sepatu Ibu” (simbol langkah perjuangan/tindakan nyata) menjadi satu kesatuan.
Sebuah keluarga akan kokoh jika suami dan istri menyadari peran mereka: satu memastikan dapur tetap ngebul, satu lagi memastikan langkah kaki keluarga tetap terarah, meski harus berjalan di jalan berbatu.
Novel “Dompet Ayah Sepatu Ibu” mengajarkan kita untuk segera pulang dan memeluk orang tua selagi bisa.
Jika ada luka, sembuhkanlah. Jika ada rindu, sampaikanlah.
Karena sejatinya, harta paling berharga dalam dompet seorang ayah dan langkah sepatu seorang ibu adalah kebahagiaan anak-anaknya.
Sudahkah Anda menelepon ayah atau ibu hari ini?
Baca Juga: Anti Bosan! 6 Buku Terbaik yang Wajib Masuk Koper untuk Teman Liburan Kamu
(*Mira)
















