Faktakalbar.id, SUBANG – Kenaikan permukaan air laut memicu terjadinya banjir rob di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Sabtu (3/1/2026). Peristiwa ini berdampak signifikan pada ribuan penduduk yang tinggal di kawasan pesisir pantai utara.
Berdasarkan laporan yang dihimpun BNPB hingga Minggu (4/1), banjir rob Subang ini mulai menggenangi permukiman warga sejak pukul 06.30 WIB.
Genangan air laut melanda empat desa di dua kecamatan, yakni Desa Legonkulon, Legon Wetan, dan Mayang di Kecamatan Legonkulon, serta Desa Muara di Kecamatan Blanakan.
Dampak dari fenomena ini cukup luas. Tercatat sebanyak 1.865 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 6.576 jiwa terdampak. Selain itu, sebanyak 1.515 unit rumah warga tergenang dengan ketinggian muka air bervariasi antara 20 hingga 70 sentimeter.
BPBD Provinsi Jawa Barat bersama BPBD Kabupaten Subang telah terjun ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan penanganan darurat. Pihak berwenang terus memantau pergerakan pasang air laut untuk mengantisipasi potensi kenaikan debit air susulan.
Baca Juga: Awal 2026, BNPB Laporkan 5 Kejadian Bencana Baru Dominasi Banjir dan Longsor
Terkait maraknya bencana hidrometeorologi, BNPB mengingatkan warga untuk proaktif memantau informasi cuaca.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari sumber resmi,” tulis BNPB dalam laporannya.
(*Red)
















