Di Balik Viralnya Patung Macan Putih Kediri: Kisah Mimpi Seniman, Legenda Desa, dan Rezeki bagi Warga

Penampakan patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, yang viral di media sosial dan menarik perhatian wisatawan karena bentuknya yang unik.
Penampakan patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, yang viral di media sosial dan menarik perhatian wisatawan karena bentuknya yang unik. (Dok. Ist)

Anggaran Pribadi Kepala Desa

Di tengah viralnya patung tersebut, fakta mengenai pendanaan turut terungkap. Kepala Desa menegaskan bahwa pembangunan ini tidak membebani anggaran pemerintah maupun dana desa.

“Seluruh biaya pembangunan patung Macan Putih bersumber dari dana pribadi saya sekitar Rp3,5 juta, dengan rincian biaya tukang sekitar Rp2 juta dan material sekitar Rp1,5 juta,” tegas Safi’i.

Penjelasan ini membuat publik lebih apresiatif, meskipun kritik terkait estetika tetap ada.

Pemerintah desa menyambut masukan tersebut dengan terbuka dan merencanakan perbaikan desain serta penataan ulang agar bentuk monumen lebih mendekati gambaran awal.

Baca Juga: Efek Kasus Suap Bupati, KPK Kini Dalami Proyek Monumen Reog Ponorogo

Dampak Ekonomi Warga

Terlepas dari kontroversi bentuknya, kehadiran patung Macan Putih terbukti memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

Lonjakan pengunjung membuka peluang usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat. Warung kopi, kuliner lokal, hingga penyedia jasa foto di sekitar lokasi mulai merasakan peningkatan pendapatan.

Fenomena ini membuktikan bahwa interaksi antara budaya lokal dan kekuatan media sosial mampu menciptakan destinasi wisata alternatif yang menguntungkan masyarakat desa.

(*Red)