Gara-gara Petasan, Pria di Maros Babak Belur Diduga Dikeroyok Oknum Polisi

Kapolres Maros, AKBP Douglas Mahendrajaya, saat memberikan keterangan kepada awak media terkait penyelidikan kasus dugaan penganiayaan di kawasan PTB, Jumat (2/1).
Kapolres Maros, AKBP Douglas Mahendrajaya, saat memberikan keterangan kepada awak media terkait penyelidikan kasus dugaan penganiayaan di kawasan PTB, Jumat (2/1/2026). (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, MAROS – Kepolisian Resor (Polres) Maros, Sulawesi Selatan, bergerak cepat menyelidiki laporan dugaan penganiayaan yang menimpa seorang pria berinisial A (25).

Korban dilaporkan mengalami luka-luka usai dikeroyok di kawasan kuliner Pantai Tak Berombak (PTB). Dugaan sementara menyebutkan adanya keterlibatan oknum polisi dalam insiden yang terjadi saat perayaan malam tahun baru tersebut.

Baca Juga: Polda Kalbar Tegaskan Larangan Pesta Kembang Api pada Malam Tahun Baru 2026

Kapolres Maros, AKBP Douglas Mahendrajaya, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari korban. Saat ini, kepolisian tengah fokus mengidentifikasi para pelaku.

“Kami sementara menyelidiki pelakunya itu siapa. Kalau memang ada anggota kami terlibat akan kami proses itu, tetapi belum ditahu siapa pelakunya,” ujar AKBP Douglas Mahendrajaya, Jumat (2/1/2026).

Turunkan Propam dan Reskrim

Untuk mengusut tuntas kasus ini, Polres Maros telah menerjunkan dua tim satuan, yakni Profesi dan Pengamanan (Propam) serta Reserse Kriminal (Reskrim). Tim gabungan ini bertugas memastikan apakah pelaku benar-benar anggota Polri atau warga sipil yang mengaku-ngaku sebagai aparat.

“Propam sama Reskrim yang turun (selidiki). Itu masih kami dalami (soal mengaku anggota polisi),” sebut Douglas.

Penyidik Satreskrim Polres Maros juga telah memanggil sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian saat penganiayaan berlangsung untuk dimintai keterangan, termasuk memeriksa korban secara langsung.