Sawah Tertimbun Longsor, Warga Aceh Tengah Manfaatkan Kayu Hanyut Buat Sampan Demi Sambung Hidup

Salihin, warga Kampung Toweren Owaq, Aceh Tengah, sedang memahat kayu gelondongan sisa banjir bandang untuk dijadikan sampan sebagai sarana mencari nafkah di danau, Sabtu (27/12). (Dok. CNN)
Salihin, warga Kampung Toweren Owaq, Aceh Tengah, sedang memahat kayu gelondongan sisa banjir bandang untuk dijadikan sampan sebagai sarana mencari nafkah di danau, Sabtu (27/12). (Dok. CNN)

“Perahu ini saya buat dari perahu yang hanyut di sawah orang, terus saya bikin sampan untuk usaha sehari-hari,” jelasnya.

Kampung Toweren Owaq tempat Salihin tinggal, bersama tiga kampung tetangga lainnya yakni Toweren Antara, Toweren Uken, dan Toweren Toa, merupakan wilayah yang terdampak cukup parah.

Aturan Pemanfaatan Kayu Hanyut

Inisiatif warga memanfaatkan material sisa bencana ini sempat menuai polemik.

Baca Juga: Berlabel Kementerian Kehutanan, Ribuan Kubik Kayu Terdampar di Lampung Diselidiki Polisi

Namun, pemerintah telah mengeluarkan aturan terbaru yang memperbolehkan pemanfaatan kayu hanyut secara terbatas, khusus untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana.

“Pemanfaatan kayu gelondongan yang turun bersama dengan bah di sebagian wilayah Sumatra sempat menuai polemik… Pada aturan teranyar, pemerintah menyatakan ‘kayu hanyut tersebut dapat dimanfaatkan secara terbatas oleh masyarakat’,” tulis laporan tersebut.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa pemanfaatan ini harus dilakukan dengan koordinasi pihak terkait agar tepat sasaran dalam membantu pemulihan ekonomi korban bencana.

(Ra)