Faktakalbar.id, TAKENGON – Bencana banjir bandang yang melanda Aceh Tengah tak membuat Salihin, warga Kampung Toweren Owaq, putus asa.
Kehilangan lahan pertanian akibat tertimbun material longsor, ia berinisiatif memanfaatkan kayu gelondongan yang terbawa arus banjir untuk disulap menjadi perahu sampan sebagai modal mencari nafkah baru.
Baca Juga: Warga Aceh Kibarkan Bendera GAM di Tengah Bencana Banjir
Salihin menuturkan bahwa sawah padi dan kebun kopi miliknya kini tak bisa lagi digarap karena kerusakan yang parah.
Oleh karena itu, ia memutuskan untuk beralih profesi menjadi nelayan di danau yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya.
“Sawah sudah habis, kebun sudah habis. Tidak ada lagi usaha selain melaut [ke danau],” ungkap Salihin, Sabtu (27/12),” ungkapnya.
Ia segera mengangkutnya ke sebuah danau yang jaraknya sekitar 100 meter dari belakang rumah.
Dikerjakan Secara Manual
Proses pembuatan sampan ini dilakukan Salihin dengan peralatan sederhana tanpa bantuan listrik, mengingat aliran setrum baru saja pulih di kampungnya.
Ia memanfaatkan kayu yang hanyut dan terdampar di area persawahan warga.
















