Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Wawancara kerja sering menjadi momen paling menegangkan bagi pelamar. Banyak kandidat yang memiliki kemampuan teknis mumpuni justru gagal di tahap ini karena salah menjawab pertanyaan dari Human Resources Development (HRD).
Pewawancara sering kali melontarkan pertanyaan yang terdengar sederhana namun sebenarnya menjebak. Pertanyaan ini bertujuan menguji karakter, kejujuran, dan cara pelamar menyelesaikan masalah. Berikut adalah panduan menjawab lima pertanyaan jebakan agar peluang diterima semakin besar.
“Ceritakan Tentang Diri Anda”
Ini biasanya menjadi pertanyaan pembuka. Jebakannya terletak pada jawaban yang terlalu panjang dan melebar ke urusan pribadi.
Baca Juga: 5 Tips Wawancara Kerja Efektif, Tingkatkan Peluang Anda Diterima
Hindari menceritakan riwayat hidup dari lahir hingga sekarang. Fokuslah menceritakan pengalaman profesional, keahlian utama, dan pencapaian terkini yang relevan dengan posisi yang Anda lamar. Ringkas jawaban dalam waktu maksimal dua menit agar pewawancara tidak bosan.
“Apa Kelemahan Terbesar Anda?”
Menjawab “saya tidak punya kelemahan” menunjukkan kesombongan, sedangkan menjawab kelemahan yang fatal (seperti “saya pemalas”) akan langsung mencoret nama Anda.
Jawablah dengan menyebutkan kekurangan yang sedang Anda perbaiki. Contohnya: “Saya terkadang lupa detail kecil, tapi saya mengatasinya dengan selalu mencatat to-do list setiap pagi.” Ini menunjukkan Anda sadar diri dan berorientasi pada solusi.
“Mengapa Anda Resign dari Pekerjaan Lama?”
Hati-hati, jangan pernah menjelekkan perusahaan atau bos lama Anda, meskipun pengalaman itu buruk. Pewawancara akan menilai Anda sebagai orang yang negatif dan tidak loyal.
Berikan jawaban yang positif dan berfokus pada pengembangan diri. Katakan bahwa Anda mencari tantangan baru, ingin mengembangkan keterampilan spesifik, atau mencari jenjang karir yang lebih baik yang tidak tersedia di tempat sebelumnya.
“Berapa Gaji yang Anda Harapkan?”
Menjawab angka yang terlalu tinggi membuat Anda terlihat tidak realistis, sedangkan terlalu rendah bisa merugikan diri sendiri.
Lakukan riset pasar terlebih dahulu untuk mengetahui standar gaji posisi tersebut di wilayah Anda. Berikan kisaran angka (range), misalnya “Antara 5 sampai 6 juta rupiah,” dan tegaskan bahwa angka tersebut masih bisa dinegosiasikan sesuai fasilitas lain yang perusahaan berikan.
“Apakah Ada Pertanyaan untuk Kami?”
Menjawab “tidak ada” menunjukkan Anda kurang antusias atau kurang riset tentang perusahaan.
Baca Juga: 5 Tips Jitu Mengelola Stres Kerja agar Hidup Lebih Seimbang
Gunakan kesempatan ini untuk bertanya tentang budaya kerja, tim yang akan bekerja sama dengan Anda, atau target perusahaan dalam satu tahun ke depan. Pertanyaan cerdas menunjukkan bahwa Anda benar-benar tertarik berkontribusi bagi perusahaan.
(*Sari)
















