Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Kehadiran gawaibagaikan dua mata pisau bagi tumbuh kembang anak. Di satu sisi bisa menjadi sarana belajar, namun di sisi lain sering kali membuat anak lupa waktu hingga kecanduan.
Banyak orang tua merasa kewalahan saat harus memisahkan anak dari layar ponsel. Sering kali drama tangisan dan teriakan mewarnai upaya tersebut. Padahal, mengatasi kecanduan gawai tidak harus dengan kekerasan verbal. Berikut lima langkah persuasif yang bisa orang tua terapkan di rumah.
Jadilah Contoh yang Baik
Anak adalah peniru ulung. Mustahil melarang anak bermain ponsel jika orang tuanya sendiri tidak bisa lepas dari layar gawai saat di rumah.
Baca Juga: Masih Percaya “Bau Tangan”? Ini 5 Mitos Parenting Indonesia yang Harus Ditinggalkan
Mulailah dengan memberi teladan. Letakkan ponsel Anda saat sedang berinteraksi dengan anak, makan bersama, atau menemani mereka bermain. Keteladanan orang tua jauh lebih ampuh daripada seribu nasihat lisan.
Buat Kesepakatan Zona Bebas Gadget
Tentukan area atau waktu tertentu di rumah yang wajib bersih dari gawai. Misalnya, tidak boleh ada ponsel di meja makan atau di kamar tidur saat jam istirahat.
Terapkan aturan ini secara konsisten untuk seluruh anggota keluarga, bukan hanya untuk anak. Konsistensi ini akan membentuk kebiasaan disiplin baru tanpa anak merasa dihukum sendirian.
Berikan Alternatif Kegiatan
Sering kali anak lari ke gawai karena mereka merasa bosan dan tidak ada kegiatan lain yang menarik. Tugas orang tua adalah menyediakan alternatif hiburan.
Ajak anak melakukan aktivitas fisik seperti bersepeda, bermain bola, menyusun lego, atau membaca buku cerita bergambar. Kegiatan yang melibatkan gerak tubuh tidak hanya mengalihkan perhatian dari layar, tetapi juga menyehatkan fisik dan mental mereka.
Jangan Langsung Merampas
Mengambil paksa gawai saat anak sedang asyik bermain hanya akan memicu pemberontakan (tantrum). Gunakan pendekatan yang lebih halus dengan memberikan peringatan waktu.
Katakan pada anak, “Lima menit lagi udahan ya, kita mandi.” Peringatan ini memberikan kesempatan bagi otak anak untuk bersiap-siap beralih aktivitas, sehingga transisi menjadi lebih mulus tanpa drama.
Gunakan Fitur Parental Control
Manfaatkan teknologi untuk membatasi teknologi. Gunakan fitur Parental Control atau aplikasi seperti Google Family Link untuk mengatur durasi pemakaian layar (screen time) harian.
Bacca Juga: Jangan Asal Didik! Ini 5 Rekomendasi Buku Parenting yang Wajib Dibaca Orang Tua
Aplikasi ini memungkinkan gawai terkunci otomatis saat batas waktu habis. Cara ini mengajarkan anak bertanggung jawab memanajemen waktu bermain mereka sendiri sejak dini.
(*Sari)
















