BNPB Kebut Pembangunan Huntara dan Huntap Korban Banjir Tapanuli Utara, Target Rampung Awal 2026

Pekerja tengah menyelesaikan satu unit huntara di Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara pada Minggu (21/12).
Pekerja tengah menyelesaikan satu unit huntara di Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara pada Minggu (21/12). Foto: HO/Faktakalbar.id

“Warga dihimbau untuk tidak membangun kembali pada kawasan yang telah menjadi bagian dari zona merah demi keamanan bersama,” bunyi imbauan dalam sosialisasi tersebut.

Sinergi Membangun Hunian Tetap (Huntap)

Selain huntara, pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kemen PKP) juga mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap).

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar pembangunan hunian sementara dan hunian tetap untuk seluruh warga terdampak bencana di Sumatra dapat secepat mungkin terbangun,” demikian arahan Presiden yang menjadi dasar percepatan proyek ini.

Menteri PKP, Maruarar Sirait, bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, hadir langsung di Tapanuli Utara pada Minggu (21/12) untuk melakukan peletakan batu pertama.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan 80 Unit Hunian Sementara Bagi Pengungsi di Kota Padang

Lokasi pembangunan huntap dipusatkan di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting, dengan target total 103 unit.

Pengerjaan huntap ini ditargetkan selesai dalam waktu tiga bulan atau pada Maret 2026.

Selain di Tapanuli Utara, Kemen PKP bersama dukungan Yayasan Buddha Tzu Chi juga membangun huntap secara serentak di wilayah lain, yakni Tapanuli Tengah (118 unit), Tapanuli Selatan (227 unit), dan Sibolga (200 unit).

(*Red)