Darurat! Kucing Liar hingga 700 Burung Jadi Target Penyelundupan, Balai Karantina Akui Sulit Lacak Sindikat

Gedung Instalasi Karantina milik Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Barat. Lembaga ini terus berupaya menggagalkan berbagai modus penyelundupan satwa liar di perbatasan. (Dok. Ist)
Gedung Instalasi Karantina milik Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Barat. Lembaga ini terus berupaya menggagalkan berbagai modus penyelundupan satwa liar di perbatasan. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Ancaman terhadap kelestarian hayati di Kalimantan Barat kian mengkhawatirkan.

Sepanjang tahun 2025, Balai Karantina Kalbar mencatat tren peningkatan upaya penyelundupan satwa liar melalui jalur perbatasan dan pos lintas batas negara (PLBN).

Baca Juga: Penyelundupan Satwa di Pontianak: Ratusan Burung Ditemukan Mati dalam Boks

Tidak hanya burung, satwa eksotis seperti kucing liar khas Kalimantan kini turut menjadi incaran para penyelundup.

Kepala Balai Karantina Kalbar, Amdali Adhitama, mengungkapkan bahwa variasi satwa yang diselundupkan cukup beragam, mulai dari trenggiling, kukang, kura-kura bintang, hingga tanduk rusa.

Namun, untuk wilayah Pontianak, komoditas yang paling mendominasi adalah jenis burung.

“Untuk di Pontianak ini yang banyak diselundupkan jenis burung, tanduk rusa di Bandara, kura kura bintang banyak jenisnya dan trenggiling,” papar Amdali.

Modus “Barang Tak Bertuan”

Tantangan terbesar yang dihadapi petugas di lapangan adalah pola operasi sindikat yang terorganisir rapi.

Baca Juga: Cegah Penyelundupan Jelang Nataru, Pengawasan Perbatasan Entikong Diperketat

Amdali mengakui pihaknya kerap kali hanya berhasil mengamankan barang bukti satwa, sementara pelakunya berhasil meloloskan diri sebelum petugas tiba.

Kasus terbaru terjadi beberapa hari lalu, di mana Balai Karantina berhasil menggagalkan penyelundupan 700 ekor burung Kacer dan 5 ekor burung Betet.

Namun lagi-lagi, tidak ada tersangka yang berhasil ditangkap dalam operasi tersebut.