“Kepala polisi tersebut menyebutkan bahwa seorang polisi telah menerima laporan bahwa seorang warga negara Rusia telah disewa oleh Kamboja untuk menggunakan drone guna menyerang lokasi-lokasi strategis di provinsi tersebut,” tulis laporan keamanan setempat.
Salah satu target utama yang disebutkan dalam ancaman tersebut adalah Pangkalan Udara Wing 1, serta beberapa area ekonomi utama di provinsi tersebut.
Ancaman sabotase ini memicu peningkatan kewaspadaan di tengah kekhawatiran bahwa konflik regional dapat melibatkan aktor asing sebagai eksekutor lapangan.
Saat ini, seluruh unit kepolisian di Distrik Muang telah disiagakan untuk melakukan penyisiran dan pengawasan intensif guna mencegah potensi serangan udara nirawak tersebut.
(ra)
















