“Koordinasi lintas kementerian/lembaga dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus dilakukan, termasuk peninjauan rencana lokasi hunian tetap (HUNTAP) seluas 3 hektare yang direncanakan akan dibangun sebanyak 200 unit rumah,” lanjut keterangan BNPB.
Tim gabungan juga terus memantau pemulihan infrastruktur vital. Layanan listrik PLN dan air bersih PDAM dilaporkan mulai pulih meski masih terbatas di beberapa titik.
Aktivitas pendidikan pun telah berjalan kembali dengan para siswa yang sudah mulai masuk sekolah.
Kendala dan Peringatan Cuaca
Meski pemulihan berjalan, tim di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala dalam penanganan bencana Sibolga.
Hambatan tersebut meliputi akses jalan Sibolga–Tarutung di KM 6,5 yang masih tertutup longsor, keterbatasan alat berat, hingga gangguan jaringan internet.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem susulan.
Hujan lebat disertai angin kencang diprediksi masih berpotensi terjadi di wilayah Sumatera Utara, termasuk Kota Sibolga.
Menyikapi hal tersebut, BNPB meminta masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi petugas demi keselamatan bersama.
“Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana susulan, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta hanya mengakses dan menyebarkan informasi yang bersumber dari kanal resmi dan dapat dipertanggungjawabkan,” imbau BNPB menutup laporannya.
(*Red)
















