BNPB Gencarkan Normalisasi Sungai dan Siapkan HUNTAP Pascabencana Sibolga

Kegiatan normalisasi Sungai Aek Doras menjadi prioritas dalam penanganan darurat banjir di Kota Sibolga untuk mengembalikan kondisi lingkungan secara bertahap, Kamis (18/12). Sumber BNPB
Kegiatan normalisasi Sungai Aek Doras menjadi prioritas dalam penanganan darurat banjir di Kota Sibolga untuk mengembalikan kondisi lingkungan secara bertahap, Kamis (18/12). Foto: HO/Faktakalbar.id

Faktakalbar.id, SIBOLGA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kota Sibolga terus mengakselerasi upaya pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.

Hingga Kamis (18/12/2025), fokus utama penanganan diarahkan pada normalisasi aliran sungai dan rencana pembangunan Hunian Tetap (HUNTAP).

Baca Juga: Pemulihan Bencana Sibolga, Pemerintah Siapkan Huntap dan Perpanjang Masa Penanganan Darurat

Bencana hidrometeorologi ini sebelumnya berdampak luas pada empat kecamatan, yakni Kecamatan Sibolga Utara, Sibolga Selatan, Sibolga Sambas, dan Sibolga Kota.

Berdasarkan laporan terkini, aktivitas pembersihan material longsor dan pengerukan sedimentasi terus dilakukan, khususnya di Sungai Aek Doras yang menjadi salah satu penyebab luapan air.

“Saat ini, kegiatan pembersihan dan normalisasi Sungai Aek Doras masih berlangsung sebagai dampak dari meluapnya sungai tersebut,” tulis laporan resmi BNPB.

Data Korban dan Pengungsi

Dampak kemanusiaan dari bencana ini tercatat cukup besar. Data sementara menunjukkan sebanyak 54 orang meninggal dunia, satu orang dinyatakan hilang, dan 61 orang mengalami luka-luka.

Selain itu, terdapat 1.232 warga yang masih bertahan di 16 titik pengungsian.

Merespons situasi ini, Pemerintah Kota Sibolga telah memperpanjang Status Tanggap Darurat selama dua minggu, terhitung mulai 10 hingga 23 Desember 2025.

Langkah ini diambil untuk memaksimalkan pelayanan administrasi, kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.

Rencana Relokasi Hunian

Sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, pemerintah sedang mempersiapkan relokasi. Rencananya, pembangunan rumah baru akan dilakukan di lokasi yang lebih aman.

“Koordinasi lintas kementerian/lembaga dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus dilakukan, termasuk peninjauan rencana lokasi hunian tetap (HUNTAP) seluas 3 hektare yang direncanakan akan dibangun sebanyak 200 unit rumah,” lanjut keterangan BNPB.

Tim gabungan juga terus memantau pemulihan infrastruktur vital. Layanan listrik PLN dan air bersih PDAM dilaporkan mulai pulih meski masih terbatas di beberapa titik.

Aktivitas pendidikan pun telah berjalan kembali dengan para siswa yang sudah mulai masuk sekolah.

Kendala dan Peringatan Cuaca

Meski pemulihan berjalan, tim di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala dalam penanganan bencana Sibolga.

Hambatan tersebut meliputi akses jalan Sibolga–Tarutung di KM 6,5 yang masih tertutup longsor, keterbatasan alat berat, hingga gangguan jaringan internet.

Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem susulan.

Baca Juga: BNPB Rilis Data Terbaru: Total Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir dan Longsor Sumatra Capai 1.016 Jiwa

Hujan lebat disertai angin kencang diprediksi masih berpotensi terjadi di wilayah Sumatera Utara, termasuk Kota Sibolga.

Menyikapi hal tersebut, BNPB meminta masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi petugas demi keselamatan bersama.

“Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana susulan, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta hanya mengakses dan menyebarkan informasi yang bersumber dari kanal resmi dan dapat dipertanggungjawabkan,” imbau BNPB menutup laporannya.

(*Red)